LENSAINDONESIA.COM: Mendukung gerakan Jatim Bermasker, Polrestabes Surabaya menggandeng sejumlah pengusaha jahit dan tailor untuk memerangi pandemi covid-19. Hal ini dilakukan sekaligus untuk memberdayakan ekonomi masyarakat agar tetap bisa bertahan.

Masa pandemi covid-19 dan diliburkannya sekolah, sangat berdampak bagi pengusaha tailor dan para penjahit karena tidak mendapat pesanan seragam seperti tahun sebelumnya.

Para pengusaha jasa penjahit ini sempat mendapat order pembuatan masker dari beberapa komunitas. Namun kembali harus terpukul setelah beredar masker Scuba dengan harga murah.

Melalui Jatim Bermasker, para pengusaha jahit ini kembali dapat mendongkrak ekonominya setelah Polrestabes Surabaya memberdayakan dan menggandengnya.

“Program Jatim Bermasker ini, sangat membantu kami dan para pengusaha jahit lainnya. Kami kembali mendapat order membuat masker dari Polrestabes Surabaya,” terang Catur, pungusaha jahit di kawasan Sutorejo.

Catur menambahkan, di wilayahnya terdapat empat pengusaha jahit yang digandeng Polrestabes Surabaya. Saat ini kami bersama penjahit lainnya, kembali dapat bekerja,” tambahnya.

Hal serupa juga diungkapkan Mun’in, warga Jl Tambak Wedi. Dia bersama dua pengusaha jahit lainnya juga diperdayakan Polrestabes Surabaya untuk membuat masker.

“Alhamdulillah, dipercaya Polrestabes Surabaya membuat masker. Kami sangat berterima kasih karena dapat menyambung hidup,” terang Mun’in yang punya tiga pegawai.

Perlu diketahui, selain membangun Kampung Tangguh Semeru dan Kampung Teladan Anti Narkoba, Polrestabes Surabaya juga membentuk program pemberdayaan UMKM.

Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Jhonny Edison Isir mengaku perlunya merangkul pengusaha kecil seperti penjahit. Sebab, di masa pandemi sekarang ini perekonomian masyarakat pasti sangat tertekan.

“Nantinya akan ada pemberdayaan secara berkala yang akan terus digaungkan Polrestabes Surabaya melalui program dari Polda Jatim dan Mabes Polri,” terang Kombes Pol Jhonny Edison Isir

Isir juga berharap, program Jatim Bermasker bisa membantu para pengusaha kecil di Surabaya yang terdampak langsung pandemi covid-19.

“Kami berharap bisa membantu para pengusaha yang terdampak Covid-19. Dengan begitu, para pengusaha atau UMKM tetap bisa bertahan di tengah pandemi. Setidaknya pada program kali ini sudah ada 20 lebih penjahit yang diberdayakan. Ke depan semoga bisa terus bertambah,” pungkasnya.@rofik