LENSAINDONESIA.COM: Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Surabaya mulai digunakan untuk melakukan uji spesimen COVID-19. Labkesda sendiri sudah mulai beroperasi sejak awal Agustus lalu tepatnya Senin 5 Agustus 2020.

Saat ini Labkesda dalam tahap peningkatan khususnya dalam jumlah sampel yang dapat diuji.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya, Febria Rachmanita menjelaskan bahwa untuk saat ini kapasitas Labkesda Surabaya hanya mampu melakukan pemeriksaan COVID-19 sekitar 800 sampel dalam satu hari. Nantinya pemeriksaan sampel di Labkesda ini ditargetkan mampu memeriksa sebanyak 2000 sampai 3000 sampel per hari.

“Kemarin Senin (05/08) 500 (sampel). Kemudian ada renovasi sedikit, jadi 800. Nanti akan kami maksimalkan supaya bisa mencapai 2000 sampai 3000 sampel setiap harinya. Hari ini saja mampu memeriksa 800 sampel sampai pukul 10 malam,” jelas Feny di Balai Kota, Rabu (12/08/2020).

Feny mengungkapkan, sementara ini pihaknya masih menerapkan 3 shift di Labkesda tersebut. Ke depannya, bila seluruh fasilitas sudah lengkap, Labkesda dapat menerapkan 4 shift dalam sehari. Sehingga nanti Labkesda dapat beroperasi 24 jam non-stop.

“Setiap shift, jadwal kerjanya 5 jam, karena mereka menggunakan APD (Alat Pelindung Diri,red) lengkap,” ungkapnya.

Dengan adanya bantuan alat tes PCR dari BNPB yang tiba hari ini di rumah dinas Wali Kota Surabaya, operasional dari Labkesda dapat dioptimalkan. “Bantuan dari BNPB ini ditujukan untuk memenuhi pemeriksaan yang dilakukan oleh Labkesda,” ujar Feny.

Oleh karena itu, Feny menyampaikan terima kasih banyak kepada BNPB karena sudah dibantu berbagai alat kesehatan demi melengkapi peralatan di Labkesda. Ia juga menjelaskan bahwa berdasarkan informasi, tidak menutup kemungkinan bantuan tersebut akan datang lagi ke Surabaya.

“Infonya bantuan semacam ini akan ada lagi, sehingga kami bisa memaksimalkan operasional Labkesda ini,” ujarnya.@budi