LENSAINDONESIA.COM: Semenjak diberlakukannya social distancing dan self-quarantine di masa pandemi Covid-19, otomatis masyarakat kebanyakan memenuhi kebutuhannya dengan berbelanja secara online berikut pengiriman barangnya tanpanharus kontak langsung.

Di tengah meningkatnya belanja online tersebut sempat terhembus isu di Facebook mengklaim bahwa virus Corona bisa ditransmisikian lewat barang atau paket yang berasal dari Tiongkok atau bahkan negara lain.

Bahkan merujuk dari Kominfo, unggahan tersebut juga mengusung imbauan kepada masyarakat untuk tidak menggunakan aplikasi Shopee dan Lazada saat berbelanja via online.

Virus Corona bertransmisi langsung antar manusia

Sementara itu, menurut Wiendra Waworuntu, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kementerian Kesehatan menyampaikan kepada Liputan 6, virus Corona bisa ditransmisikan melalui kontak langsung antar manusia.

Penyebaran COVID-19 saat ini diketahui melalui droplets yang hanya bisa ditransmisikan jika berinteraksi secara langsung antar manusia.

Sedangkan World Health Organization (WHO) dan The Center for Disease Control and Prevention (CDC) sendiri menyatakan penyebaran COVID-19 lewat paket belanja online kemungkinannya sangat kecil. Ini disebabkan barang telah berpindah-pindah selama berhari-hari.

Kendati demikian, ada baiknya juga saat para pelaku dagang online ataupun perusahaan penyedia jasa pengantaran agar lebih meningkatkan sanitasi mereka mulai dari menyemprotkan disinfektan ke paket yang sudah sampai, dan mengharuskan kurir menggunakan sarung tangan, selalu membawa dan menggunakan Hand Sanitizer saat diperlukan.

Di sisi lain, pihak kurir juga bisa menerapkan contactless delivery sast para kurir meletakkan barang di tempat tujuan sehingga meminimalisir interaksi antar manusia. Untuk itu, konsumen lebih semakin merasa aman dan nyaman saat menerima barang pesanannya.@ds,Eld-Licom