LENSAINDONESIA.COM: Patroli skala besar melibatkan petugas gabungan Polda Jatim, Satpol PP Provinsi dan TNI dengan sandi Operasi Aman Nusa II, menargetkan penegakan protokol kesehatan di sejumlah tempat hiburan Surabaya yang menantang Perwali 33 tahun 2020.

Informasi yang beredar, saat operasi demi memutus rantai pandemi covid-19, Jumat (14/8/2020) dinihari, ada peristiwa mengejutkan saat petugas mendatangi kafe Arjuna Jl Arjuno, Surabaya. Polisi kaget menemukan dugaan ladies company (LC) alias purel bisa melayani tamunya berhubungan intim di salah satu room karaoke.

Selain buka hingga dini hari, melanggar aturan jam malam sesuai Perwali 33 dan tak menerapkan protokol kesehatan, Kafe Arjuna diduga menyediakan prostitusi terselubung dengan cara menjual purel dengan layananan esek-esek yang diduga bisa dinikmati di dalam room karaoke maupun dipesan ke hotel.

Polisi lantas mengamankan sedikitnya dua purel S dan F, dua Mami I dan A (koordinator LC) Manajer Dd dan B kapten Kafe Arjuna.

Hingga Jumat (14/8/2020) sekitar pukul 21.00 WIB, mereka masih menjalani pemeriksaan di Polda Jatim.

Kanit III Asusila Ditreskrimum Polda Jatim Kompol Arief Kristanto saat dikonfirmasi melalui ponselnya tak menjawab. Akpol tahun 2003 itu juga terkesan enggan memberikan tanggapan.

Sementara N, manajer tempat hiburan di kawasan Rungkut yang merupakan sahabat Manajer Dd (Kafe Arjuna), membenarkan Polda Jatim telah melakukan operasi di Kafe Arjuna dan mengamankan beberapa orang terkait dugaan purel yang bisa BO (booking out).

“Yang dibawa bukan saya, tapi teman teman di Arjuna. Saya di luar, teman teman Kafe Arjuna masih di Polda Jatim. Info yang saya dapat, yang diamankan maminya dua, purel dua, manajer dan kapten,” ungkapnya.

Bos Kafe Arjuna akhirnya juga datang ke Mapolda Jatim untuk memenuhi panggilan penyidik Unit PPA dan menjalani pemeriksaan hingga malam. @rofik