LENSAINDONESIA.COM: Aturan dalam Perwali nomor 33 tahun 2020 yang melarang tempat hiburan beroperasional selama pandemi covid, ternyata diremehkan sejumlah pengusaha klub-klub malam.

Setelah beberapa waktu lalu Rasa Sayang Blue Fish terang-terangan beroperasional dengan sajian room karaoke+purel tanpa ditindak, sejumlah club malam lain mengikuti jejaknya.

Dalam razia yang dilakukan petugas gabungan dari Satpol PP Surabaya yang diback up Sabhara Polrestabes dan Garnisun, Jumat (14/8/2020) malam hingga Sabtu (15/8/2020) dinihari, 2 tempat hiburan kelas atas, ditindak. Masing-masing Royal KTV club n karaoke di Gedung Go Skate Jl Embong Malang dan Club Deluxe di kompleks Siola Jl Tunjungan.

Petugas Satpol PP Surabaya menempelkan stiker tanda pelanggaran terhadap Perwali 33 tahun 2020 di pintu masuk Club Deluxe dan Royal KTV, setelah kedua tempat ini kedapatan menyediakan room karaoke plus cewek yang diduga purel untuk menemani tamu bernyanyi semalaman.

Petugas menempelkan stiker pelanggaran Perwali 33 tahun 2020 (andiono)

Pantauan Lensa Indonesia, selain Club Deluxe dan Royal KTV, petugas gabungan juga menyasar D’Boss jl Mayjend Sungkono dan Diskotek Kowloon. Namun dua tempat ini sudah tak beroperasional saat didatangi.

Sehari sebelumnya, Diskotek Kowloon kabarnya didatangi petugas gabungan dari Polda Jatim dan Satpol PP Provinsi dan kedapatan mengoperasionalkan room karaoke plus menjual miras dan sediakan purel untuk menemani tamu dengan harga paketan.

Kasatpol PP Surabaya Eddy Christijanto saat dikonfirmasi Lensa Indonesia, Sabtu (15/8/2020) pagi, berjanji menindaklanjuti hasil operasi malam tadi. “Saya belum menerima laporan detail pelanggarannya yang bagaimana. Ini saya nunggu hasil BAP dari kedua tempat yang melanggar tersebut,” jawabnya diplomatis. @andiono