LENSAINDONESIA.COM: Sejumlah tempat hiburan di Surabaya, Sabtu (15/8/2020) malam, kembali kompak tetap beroperasional meskipun ada larangan dalam Perwali 33 tahun 2020.

Sikap menantang sejumlah pengelola tempat hiburan untuk tetap buka di tengah pandemi covid-19, salah satunya disebabkan kurang tegasnya petugas penegak Perda (Peraturan Daerah), Satpol PP Surabaya.

Pantauan Lensa Indonesia, Pub Gozadera dan Hops Bar di Jl Sriwijaya, Keputran, Surabaya, tetap beroperasi tanpa takut ditindak karena melanggar Perwali 33 tahun 2020.

Pengunjung Hops n Bar (wendy)

Kedua tempat hiburan tersebut tampak dipenuhi pengunjung muda-mudi yang sedang pesta miras impor untuk menikmati malam sabtu. “Tutupnya jam 10 malam kok. Close ordernya jam 9,” dalih salah satu karyawan Hops Bar, Sabtu (15/8/2020) malam.

Tak hanya dua tempat itu, sejumlah tempat hiburan yang menyuguhkan live musik dan perform DJ juga dengan santainya membuka usaha tanpa takut dirazia petugas.

Di antaranya adalah Sobiety Jl Gubeng, Secondhand Jl Majapahit-Darmo dan D’Berry Jl Banyuurip. Nama tempat hiburan terakhir ini bahkan memasang banner di sejumlah medsos bakal menggelar acara live show yang menghadirkan grup band dan DJ bintang tamu.

DBerry dengan pertunjukan live shownya

Kasatpol PP Surabaya, Eddy Christijanto, enggan berkomentar terkait hal ini. Namun pengganti Irvan Widyanto ini pernah mengeluarkan statement terkait tempat hiburan karaoke dan Bar.

“Tiap hari Satpol PP operasi. Kalau restoran boleh buka sampai dengan jam 22.00. Yang tidak boleh karaoke dan bar,” katanya saat dikonfirmasi, Rabu (12/8/2020) lalu.

Dua hari lalu, petugas Satpol PP Provinsi Jatim dan Tim Aman Nusa II dari Polda Jatim bahkan harus menyisir sejumlah tempat hiburan Surabaya yang tetap nekat buka tak patuhi Perwali.

Pada operasi yang digelar pada Kamis (13/8/2020) itu, petugas gabungan menemukan pelanggaran di Kafe Arjuna Jl Arjuno, Diskotek Kowloon kompleks Plasa Surabaya Jl Pemuda dan sejumlah kafe-kafe pinggir jalan.

Sehari pasca operasi tersebut, barulah Satpol PP Surabaya bergerak dan menindak Royal KTV karaoke di kompleks Go Skate Jl Embong Malang dan Club Deluxe di kompleks Siola Jl Tunjungan. Keduanya dipasang stiker pelanggaran Perwali nomor 33 tahun 2020.

Sayangnya Kasatpol PP Surabaya Eddy Christijanto saat dikonfirmasi mengaku belum menerima BAP dari anggotanya sehingga belum bisa menentukan sanksi. “Saya belum lihat BAP-nya,” ujarnya.

Perlu diketahui, pada Perwali 33 tahun 2020 Pasal 20 ayat (1) dan (2) berbunyi:

(1) Pedoman pelaksanaan tatanan normal baru pada kondisi pandemi Covid-19, kegiatan di tempat hiburan dan rekreasi sebagaimana dimaksud dalam pasal 6 ayat (5) huruf J meliputi.
A) Destinasi Pariwisata.
B) Arena Permainan.
C) Salon/Barbershop
D) Gelanggang olahraga kecuali Gelanggang renang, Kolam Renang, Lapangan Basket dan Lapangan Voli.

(2) Selain kegiatan di tempat kegiatan hiburan dan rekreasi yang dimaksud pada ayat (1) dilarang beroperasi. @wendy