LENSAINDONESIA.COM: Penghimpunan Dana Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) ajak kaum milenial dongkrak produksi sawit nasional.

Sebab Indonesia kini mampu memproduksi bahan bakal diesel yang 100 persen bahan bakunya dari minyak kelapa sawit (D100). Dengan kapasitas produksi 20.000 barel per hari, Presiden Jokowi pun meyakini minimal satu juta ton sawit bakal terserap dalam setiap proses produksinya.

Direktur Penghimpunan Dana Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS), Sunari mengatakan, dalam hal sosial kemasyarakatan, industri sawit membantu peanggulangan kemiskinan.

“Dari catatan kami hingga saat ini ada sekitar 4,2 juta tenaga kerja langsung dan 12 juta tenaga kerja tidak langsung yang menggantungkan hidupnya di industri sawit nasional. Di situ, ada sekitar 2,4 juta petani swadaya yang terlibat, dan secara total 4,6 juta pekerja lain masuk dalam ekosistem sawit di Indonesia,” terang Sunari daalam diskusi Digitalk Sawit secara daring, Jumat (13/08/2020).

Untuk itu, menurut Sunari, sumbangsih industri sawit terhadap perekonomian nasional ini seharusnya disampaikan secara massif ke masyarakat, terutama generasi muda, khususnya kalangan milenial.

Edukasi tersebut penting untuk mengcounter beberapa berita miring terkait industri sawit yang dihembuskan pihak-pihak yang merasa terancam jika nantinya Indonesia benar-benar mampu mencukupi kebutuhan energinya secara mandiri.

“Dengan begitu impor minyak kita bakal bisa ditekan, atau bahkan bisa sama sekali tidak impor lagi karena kita sudah bisa mencukupi kebutuhan energi dalam negeri secara mandiri. Nah, kondisi ini harus dipahami betul oleh kalangan milenial, karena mereka bisa dibilang adalah penggerak atau frontliner bagi pengembangan industry sawit nasional di masa mendatang,” tutur Sunari.

Ia menambahkan, penyelenggaraan Digitalk Sawit kali ini merupakan lanjutan yang fokus untuk masyarakat muda di wilayah Jawa Tengah, Jawa Timur dan Yogyakarta yang sebelumnya digelar di daerah lain.

“Aadanya acara Digitalk ini, diharapkan bisa mengajak generasi milenial ikut bangga dengan upaya pemandirian energi lewat pengembangan industri sawit nasional. Selain itu, dengan pemahaman yang benar, milenial Indonesia bisa ikut mengcounter balik serangan berupa kampanye negatif yang selama ini masih sering menimpa industri sawit nasional,” pungkas Sunari.@Eld-Licom