LENSAINDONESIA.COM: Diskotek Red Seven alias R7 di Jl Manukan Kulon 74, Surabaya,  kembali dirazia petugas gabungan Satpol PP Surabaya, Polsek Tandes dan Sabhara Polrestabes Surabaya, Sabtu (15/8/2020) malam.

Koordinator Tim RHU Satpol PP Surabaya, Abdul Choliq, mengatakan pihaknya menegakkan Perwali 33 tahun 2007 yang memuat larangan tempat hiburan beroperasional di tengah pandemi covid-19.

“Dulu pernah ditemukan pelanggaran yaitu tetap melakukan operasional kegiatan di tengah pandemi. Sekarang masih buka lagi,” kata Abdul Choliq, setelah melakukan razia, Sabtu (15/8/2020).

Saat dilakukan penghentian operasional, penanggung jawab dari pihak Diskotek R7 hanya bisa pasrah karena memang telah terbukti menyalahi aturan. “Penanggungjawab tempat usaha sangat koperatif dengan petugas,” imbuhnya.

Karaoke D’Berry didatangi petugas

Setelah membubarkan tamu yang berkunjung di Diskotek Red Seven, selanjutnya petugas mengunjungi tempat karaoke D’Berry Cafe N Resto di Jl Banyuurip.

Tempat tersebut juga disinyalir mokong terhadap Perwali 33 tahun 2020, karena tetap beroperasi menyediakan room karaoke sejak siang pukul 12.00 WIB hingga pukul 22.00 WIB.

Praktis, saat petugas datang sekitar pukul 22.30, sudah tak ada lagi aktivitas di D’Berry. Untuk memastikan di tempat hiburan itu tak ada lagi aktivitas, petugas dari Polsek Sawahan melakukan pengecekan di setiap room. @wendy