LENSAINDONESIA.COM: Di tengah masa pandemi Covid-19, Pertamina Patra Niaga bersama UMKM binaannya terus menggenjot hasil produksi demi mendongkrak kembali ekonomi Indonesia.

Diketahui, hingga kini UMKM berkontribusi sebesqr 40 hingga 50 persen terhadap perekonomian negara. Atas dasar tersebut Patra Pertamina Niaga terus memberikan pelatihan dan penyuluhan secara masif.

Managef Corporate Communications & CSR Pertamina Patra Niaga Ayulia mengatakan, perusahaan yakin UMKM jadi penggerak perekonomian rakyat, dengan UMKM tangguh, perekonomian Indonesia pun akan kuat.Dana tanggung jawab sosial (CSR) Pertamina Patra Niaga memang didesain untuk membantu pengembangan UMKM di Indonesia.

“Kami senang apa yang kami lakukan bisa dikembangkan dan ditularkan anggota UMKM binaan kami ke lingkungan sekitar. Inilah energi positif yang akan membangun dan menguatkan Indonesia,” ujar Ayulia , Selasa (18/08/2020).

Halnya Mutmainah (51), warga Jalan Raya Pakis Aji, Pakisaji, Kabupaten Malang, merintis usaha olah kain Syafa Collection pada 2014. Kini ia banyak memproduksi bahan rajut dan sulam, seperti taplak meja, sarung bantal, jilbab, dan baju.

Awalnya, Mutmainah bekerja sendiri, kini ia sudah memiliki sepuluh orang perajin sulam dan 40 orang perajin rajut bekerja di bagian produksi. Sebagai single parent, ia harus berupaya mandiri untuk menghidupi dirinya dan anak tunggalnya.

“Salah satu kuncinya yakni senantiasa memperkaya variasi produk rajut dan sulam agar dilirik pelanggan. Dan tak lupa dengan memberikan kemasan yang menarik juga pengaruh pada penjualan,” tutur Mutmainah.

Ia teronspirasi dengan sosok Farida, mentor pelatihan yang digelar Pertamina Patra Niaga untuk keluarga awak mobil tangki Terminal Bahan Bakar Minyak di Malang, Jawa Timur, tahun lalu.

Mutmainah kagum melihat Farida yang usianya sudah 60 tahun lebih ini keterampilan menyulam terlihat sederhana, mampu memotivasi banyak orang untuk lebih giat berinovasi.

“Bu Farida luar biasa memberi ilmu dan motivasi kepada kami. Jadi kami yang masih belajar ini merasa tertantang,” ungkap Mutmainah.

Di tempat lain, lanjut Mutmainah, usai pelatihan tidak ada kelanjutan. Namun kali ini ia termotivasi sebab selalu dimonitor melalui grup WA.
“Pertamina Patra Niaga siap memberikan kompensasi berupa imbal balik uang bagi hasil kerajinan sulam ibu-ibu peserta pelatihan,” tegasnya.

Semua bahan sulam berasal dari Pertamina Patra Niaga. Mutmainah dan peserta kursus silam tinggal mengerjakan.

“Ada yang mengumpulkan beberapa selendang dan kalung dihargai dengan nominal hampir Rp 1 juta. Ini tentu membuat ibu-ibu bersemangat dan termotivasi menyelesaikan tugas yang diberikan,” imbuh Mutmainah.

Pertamina Patra Niaga berencana memesan buah tangan (souvenir) bahan sulam untuk kenang-kenangan bagi para tamu acara perayaan ulang tahun perusahaan. Namun, pandemi Covid-19 I ni membuat rencana tersebut batal.

Selain itu, pandemi juga membuat rencana Pertamina Patra Niaga untuk mengikutsertakan karya Mutmainah dan peserta pelatihan sulam dalam pameran tertunda.@Rel-Licom