LENSAINDONESIA.COM: Perum Jasa Tirta (PJT) I melakukan revitalisasi bengkel alat berat untuk proses operasional perawatan sungai, bendung dan bendungan.

Dengan waktu yang singkat sekitar lima bulan dua minggu, bengkel lama di Kediri itu, kini disulap menjadi Workshop Peralatan dengan konsep ramah lingkungan.

Direktur Utama PJT I Raymond Valiant Ruritan mengatakan,  Workshop Peralatan Kediri kini menjadi aset yang memiliki nilai tambah bagi perusahaan.

Ia berharap Workshop Peralatan dapat dimanfaatkan dengan baik untuk merawat peralatan berat perusahaan dalam rangka menunjang kegiatan operasional pengelolaan Sumber Daya Air yang dilakukan PJT I.

“Tahun ini kita merayakan Proklamasi Kemerdekaan RI ke-75 dan tahun ini PJT I memasuki usia 30 tahun, dan pada tahun ini pula saya meresmikan revitalisasi Workshop Peralatan Kediri. Mungkin ini kesempatan yang tidak akan terulang pada masa saya dan masa mendatang,” kata Raymond, Selasa (18/08/2020).

Launching Workshop Peralatan di Kediri itu digelar bertepatan dengan HUT ke-75 RI, Senin (17/08/2020) kemarin. Peresmian di masa pandemi Covid-19 itu dilakukan dengan undangan terbatas, serta dilakukan secara virtual melalui zoom meeting dan live streaming youtube.

Ditambahkan Manajer Utama Sumber Daya Korporat PJT I Taufiqqurahman, revitalisasi Workshop Peralatan Kediri itu menjadi yang pertama dan terbesar yang dilakukan PJT I sejak berdirinya bengkel Kediri pada masa proyek Brantas.

Hal itu, kata dia, menjadi keseriusan perusahaan dalam merawat aset dan menyediakan alat berat yang prima.

“Revitalisasi bengkel ini sesuai tupoksi PJT I dalam mengelola Sumber Daya Air di lima wilayah sungai di Indonesia. Revitalisasi dilakukan baik secara fisik konstruksi dan sistem kerja. Mulai alih fungsi gudang menjadi perkantoran modern dengan konsep industrial. Kantor lama menjadi mess karyawan dengan kapasitas 28 orang, hingga perbaikan area bengkel dan perbaikan fasilitas,” papar Taufiq.

Adapun anggaran revitalisasi tercatat sekitar Rp 1,18 milar dari anggaran perusahaan program investasi tahun 2019. Pengerjaan dilakukan selama 5,5 bulan pelaksanaan sejak November 2019 hingga pertengahan April 2020.

Disebutkan pula, Workshop Peralatan di Kediri tidak hanya membawahi perbaikan alat berat tapi juga mengelola 100 unit alat berat.

Selain itu, pihaknya juga melakukan pengembangan layanan internal tidak hanya melakukan pemeliharaan dan perbaikan, namun juga pembuatan ponton dan kapal keruk melalui Workshop Peralatan.

Sementara, proses kerja di Workshop Peralatan Kediri diawali dengan mobilisasi alat berat ke bengkel. Lalu memposisikan alat berat di dalam zona diagnosis. Di ruang tersebut, alat diperiksa untuk dipastikan kerusakan dan perawatan yang perlu dilakukan.

Proses pemeriksaan alat berat diawali dengan persetujuan work order. Selanjutnya dilakukan pengecekan mesin, perbaikan pengelasan, pengecekan kelistrikan, hingga pengecatan alat berat di ruang painting.

Fasilitas ruang ganti dan ruang makan juga dilengkapi untuk menjadikan konsep bengkel semakin modern dan lebih higienis.

Revitalisasi ini juga merupakan bentuk implementasi core values AKHLAK, dimana perusahaan berupaya merawat serta menambah nilai aset yang diamanahkan oleh negara.

Disamping itu berbagai inovasi dan peningkatan kompetensi juga digarap pada proyek ini. Kesemuanya untuk mendukung upaya PJT I dalam memberikan pelayanan prima kepada stakeholder termasuk juga masyarakat.@sarifa