LENSAINDONESIA.COM: Komedian Nurul Qomar resmi ditahan terkait kasus pemalsuan dokumen Surat Keterangan Lulus (SKL) program S2 dan S3 untuk menjadi Rektor Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes pada 2017 silam. Qomar ditahan setelah kasasinya ditolak Mahkamah Agung (MA).

Proses penahanan dilakukan oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Brebes pada 19 Agustus 2020, kemarin.

“Iya betul (Nurul Qomar ditahan),” kata kuasa hukum Nurul Qomar, Furqon Nur Zaman.

Furqon sendiri menyebutkan jika Nurul Qomar tiba di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kelas II B Brebes pada Rabu 19 Agutus pukul 18.00 WIB. Tak sendiri, Nurul Qomar tiba bersama dengan tim Kejari Brebes.

Kasus ini berawal dari laporan dari Muhadi Setiabudi terkait dugaan pemalsuan ijazah S2 dan S3 sebagai syarat menjadi Rektor UMUS Brebes.

Sebelumnya, Nurul Qomar telah divonis 1 tahun 5 bulan penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Brebes pada 11 November 2019 atas kasus dugaan pemalsuan dokumen SKL program S2 dan S3.

Vonis yang dijatuhkan oleh majelis hakim yang diketuai oleh Sri Sulastuti ini lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yaitu 3 tahun penjara.

Ketua Majelis Hakim Sri Sulastuti pada amar putusannya menyatakan bahwa terdakwa Nurul Qomar dinyatakan terbukti bersalah melanggar pasal 263 ayat 2 Tentang Pemalsuan Surat dan menjatuhi hukuman 1 tahun 5 bulan penjara, serta mewajibkan terdakwa membayar biaya perkara sebesar Rp2.000.

Usai pembacaan putusan, Nurul Qomar melalui tim kuasa hukumnya langsung menyatakan banding sedang JPU menyatakan pikir-pikir atas putusan tersebut.

Menurut Nurul Qomar, saat 2011 ketika masih menjadi anggota DPR RI dirinya lulus program S2 Magister Manajemen di Universitas Krisna Dwipayana. Kemudian di 2013 dirinya mendaftar di Pascasarjana Universitas Negeri Jakarta S3, doktoral.@LI-13