LENSAINDONESIA.COM: Pagelaran Seni Alun-alun Surabaya menuai kritik. Pasalnya, kegiatan sebagai penanda dibukanya Alun-alun di kompleks Balai Pemuda tersebut memicu kerumuman warga sehingga mengabaikan bahaya penyebaran virus Corona (COVID-19) meski penerapan protokol kesehatan pun dilakukan dengan ketat di lokasi.

Saat Pagelaran Seni Alun-alun Surabaya dibuka, warga yang langsung berbondong-bondong menuju ke lokasi yang ada di Jl Gubernur Suryo itu.

Bayu seorang pengunjung mengatakan, dibukanya Pagelaran Seni Alun-alun Surabaya ini merupakan kesepatan bagi warga untuk berekreasi setelah lama jarang ke luar rumah akibat pandemi COVID-19.

“Ya mumpung hari libur, lumayan bisa refreshing bersama keluarga di sini. Kita selama ini kan sudah jarang ke luar rumah karena Corona,” kata warga Karangmenjangan ini kepada lensaindonesia.com, Jumat (21/08/2020).

Berdasarkan pengamatan, sejak dibuka pada 17 Agustus lalu, setiap hari Alun-alun Surabaya didatangi ratusan warga.

Meski di area dalam dibatasi 160 orang saja, para warga masih saja berjejal di luar area. Mereka terlihat berkerumun dengan antrean untuk bisa masuk dan menikmati keindahan air mancur berkabut serta pertunjukan seni yang ada di area dalam alun-alun.@LI-13