LENSAINDONESIA.COM: Wakil Sekretaris Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya, Irvan Widyanto, angkat bicara terkait Kafe Arjuna Jl Arjuno yang sengaja melanggar Perwali nomor 33 tahun 2020 di masa pandemi covid-19.

“Satgas akan mengirimkan surat dan teguran untuk menindaklanjuti kasus Kafe Arjuna. Nanti akan diperiksa perijinan mereka. Bisa jadi nanti dijatuhi sanksi karena sengaja melanggar Perwali,” tegas mantan Kasatpol PP Surabaya ini, Jumat (21/8/2020) malam.

Tempat hiburan yang menyajikan live musik dan room karaoke ini pada Jumat (14/8/2020) dini hari lalu kedapatan tetap buka dan sengaja melanggar pasal 20 Perwali 33 tahun 2020 yang melarang semua tempat hiburan beroperasional.

Perlu diketahui, Kafe Arjuna selama ini aman-aman saja dari ‘jangkauan’ Disparta dan Satpol PP Surabaya yang berfungsi sebagai penegak Perda. Akhirnya petugas gabungan Polda Jatim yang dipimpin Kompol Yunik Rahayu dan Satpol PP Pemprov Jatim, yang turun langsung menggelar razia protokol kesehatan di tempat hiburan milik Abah Saiful ini.

Parahnya, pada waktu nyaris bersamaan petugas Unit III Asusila Subdit IV Renakta Ditreskrimum Polda menangkap basah purel dan Mami Kafe Arjuna dalam kasus praktik prostitusi terselubung dengan tarif Rp 1,5 juta sekali kencan.

Sejumlah karyawan termasuk 2 Mami, 2 purel, kasir, kapten dan manajer Kafe Arjuna sempat diamankan untuk diminta keterangan. Menyusul kemudian Abah Saiful juga diperiksa hingga Jumat (14/8/2020) malam.

Namun belakangan hanya Mami Christiani alias Mami Sani yang dijadikan tersangka dalam praktik prostitusi terselubung Kafe Arjuna.

Bos Kafe Arjuna, Abah Saiful, belum berkomentar saat dikonfirmasi melalui chat WA, sms dan telepon. @andiono