LENSAINDONESIA.COM: Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengklaim tak langgar Perwali 33 tahun 2020, terkait pagelaran seni budaya beberapa hari terakhir di Alun-alun Suroboyo yang diresmikan, Senin (17/8/2020) lalu.

Wakil Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Surabaya, Irvan Widyanto, mengatakan pagelaran seni budaya itu selesai pada pukul 21.00 WIB.

“Kalau terkait dengan jam malamnya tak langgar Perwali, karena pukul 21.00 WIB sudah selesai. Seandainya pagelarannya melebihi jam 22.00 ya itu melanggar,” tegas Irvan Widyanto yang juga menjabat Ketua BPB Linmas Surabaya ini, Jumat (21/8/2020).

Menurutnya, dalam praktek di lapangan pihaknya menerapkan sistem kuota bagi pengunjung Alun-alun Suroboyo. Namun akibat animo masyarakat tinggi, jumlah pengunjung membludak di luar ekspektasi.

“Pengunjungnya sudah kami batasi. Tapi dampaknya yang di pedestrian luar alun-alun itu, warga berkerumun. Ini diluar ekspektasi, antusiasme warga luar biasa,” imbuhnya.

Meski begitu, mantan Kasatpol PP Kota Surabaya ini enggan menghentikan pagelaran budaya di Alun-alun Suroboyo dan berjanji melakukan evaluasi dengan konsep yang memperhatikan protokol kesehatan.

“Jadi, pekerja seni harus tetap bisa tampil dengan format lain. Ya kita evaluasi semua, nanti akan dikaji dengan format yang lain,” tandasnya.

Kendati demikian, Perwali 33 tahun 2020 pasal 25 A ayat (2) berbunyi sebagai berikut:

Pembatasan aktivitas di luar rumah dikecualikan untuk kegiatan:
a. Pemenuhan keperluan kesehatan antara lain RS, apotek, fasilitas pelayanan kesehatan
b. Pasar
c. Stasiun, terminal, pelabuhan
d. SPBU
e. Jasa pengiriman barang
f. Minimarket yang terintegrasi dengan bangunan sebagai fasilitas pelayanan masyarakat. @wendy