LENSAINDONESIA.COM: Husky-CNOOC Madura Limited (HCML) kembali menggelar Vendor Day secara online via daring yang melibatkan 148 peserta pada 25-26 Agustus 2020.

Vendor Day merupakan program rutin yang digelar setiap tahun sebagai komitmen HCML untuk menyajikan pembinaan dan pengembangan kompetensi mitra kerja.

Vendor Day kali ini fokus untuk para mitra kerja di wilayah operasi HCML, Jawa Timur.

Listiani Dewi, Manager Procurement HCML mengatakan, Pandemi COVID-19 tak menghentikan langkah HCML untuk terus berinovasi, diantaranya menggelar Vendor Day kali ini secara daring untuk memutus rantai penyebaran virus COVID-19.

“Gelaran ini bertujuan untuk mensosialisasikan kepada penyedia barang/jasa terkait tata cara terbaru pelaksanaan tender dan aktivitas terkait pengadaan, dimana pada masa pandemi COVID-19 ini dilakukan secara online,” tandas Listiani, dalam.keterangan resminya, Kamis (27/08/2020).

Sementara itu, Tara Indira, Sr. Head of Planning & Bidding HCML mengatakan, jadwal pemaparan di hari pertama terkait Sistem CIVD (Centralized Integrated Vendor Database) dan e-CHSEMS (Contractor Health, Safety and Environment Management System) yang merupakan sistem baru untuk penilaian K3LL (Keselamatan, Keselamatan Kerja dan Lindungan Lingkungan).

“Kami ingin vendor lokal lebih banyak berpartisipasi dalam proses pengadaan karena itu materi-materi yang disampaikan cukup padat,” tandas Tara.

Di hari pertama, materi di hari kedua, Rabu (26/9/2020) menarik dan penting untuk diketahui peserta, yakni implementasi Peraturan Menteri Keuangan nomor PMK 217/2019 dalam kegiatan importasi, tata cara perhitungan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) secara umum. Proses Penerimaan Barang yang berlaku di HCML, dan Proses Penagihan yang mengalami penyesuaian prosedur terhadap kondisi pandemi COVID-19 saat ini, sehingga tidak mengganggu cash flow para mitra kerja HCML khususnya dan mencegah peningkatan angka pengangguran pada umumnya.

HCML memproduksi gas dan minyak kondensat di perairan Madura sejak tahun 2017 dengan mengelola 4 (empat) blok yang menjadi salah satu tulang punggung pemenuhan gas di Jawa Timur.

Sedangkan Jawa Timur sendiri berpotensi strategis, sebab menjadi lumbung minyak dan gas Nasional, dengan pasokan sekitar tiga puluh persen (30%) dari 800.000 Barrel of Day (BoD) produksi minyak nasional dan sepuluh sampai dua belas persen (10-12%) dari total pasokan gas di Indonesia.@Rel-Licom