LENSAINDONESIA.COM: Good News From Indonesia (GNFI) meluncurkan Indeks Optimisme Generasi Muda 2020. Indeks Optimisme yang diluncurkan merupakan hasil Riset yang dilakukan oleh GNFI yang bekerja sama dengan Datamixr, serta Fieldwork Indonesia.

Survey ini adalah hasil Survey ke-3 yang telah dilakukan oleh GNFI. Survey pertama adalah survey yang melatar belakangi berdirinya GNFI. Dimana dalam survey pertama hasilnya optimisme generasi muda cukup rendah yang disebabkan oleh kurangnya informasi baik mengenai indonesia.

“Survey ini ada survey yang ketiga yang pertama adalah yang memicu berdirinya GNFI, rasa pesimis dari generasi muda muncul dikarenakan sebagian besar pesimis karena tak mendapatkan imformasi yang baik. Sehingga muncullah GNFI,” jelas Wahyu Aji, Selaku CEO GNFI. “Survey kedua dilakukan di tahun 2018 dan kali ini adalah Survey ketiga,” imbuhnya.

Survey tersebut dilakukan di 5 kota di Indonesia dengan jumlah responden sebanyak 300 orang. Dengan adanya indeks optimisme generasi muda 2020 ini diharapkan para pemangku kepentingan dapat melakukan evaluasi dan perbaikan terhadap kebijakan yang telah dikeluarkan. “Dengan adanya ini diharapkan para pemangku kepentingan dapat melakukan evaluasi dan perbaikan,” jelas Aji.

Dari hasil tersebut di dapatkan bahwa pariwisata menempati sektor dengan indeks optimisme tertinggi dengan sebanyak 80% responden menyatakan optimis dengan perkembangan pariwisata Indonesia yang mampu bersaing dengan negara lain.

Hal ini dipengaruhi oleh perkembangan dunia digital dimana masyarakat dapat dengan mudah mendapatkan informasi tentang perkembangan pariwisata seperti tempat-tempat baru ataupun konten-konten pariwisata. Ini seharusnya dapat dimanfaatkan oleh pemangku kepentingan untuk memajukan sektor pariwisata, serta menjadikan sektor pariwisata sebagai andalan.

“Teratas adalah sektor pariwisata, Generasi muda sangat optimis pariwisata akan berkembang dan mampu bersaing di kacah global. Mereka menyadari Indonesia adalah surganya destinasi wisata,” Papar Aji.

Sedangkan Indeks Optimisme terendah berdasarkan hasil survey tersebut adalah pemberantasan Korupsi. Generasi muda begitu pesimis dengan adanya perbaikan penanganan yang dilakukan untuk mengurai angka kasus korusi di Indonesia.

Hal ini didasari dari banyaknya pemberitaan mengenai kasus korupsi dan penanganan yang tak kunjung tuntas yang mengakibatkan generasi muda pesimis kedepannya Pemberantasan Korupsi akan mengalami perbaikan. Tidak hanya pemberitaan yang mereka dapatkan di media mereka juga melihat secara langsung praktek praktek korupsi di daerah seperti penyuapan, dan pungli yang masih ada. Yang mempengaruhi mereka optimis atau tidak terkait perkembangan pemberantasan korupsi ke depannya. Ini yang perlu diperhatikan semua pihak bahwa dua hal ini menjadi persoalan di negeri ini.

“Adanya penyuapan dan pungli yang masih terjadi di daerah juga dapat mempengaruhi optimis atau tidak generasi muda terhadap pemberantasan korupsi,” jelasnya.@budi