LENSAINDONESIA.COM: Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini akan men-setting tanah yang menjadi aset Pemerintah Kota Surabaya sebagai fasilitas sosial seperti sekolah, taman, pasar, dan bangunan lain yang bersifat sosial. Salah satu alasannya agar banyak sekolah negeri yang dapat menampung siswa-siswa menengah kebawah.

Hal itu disampaikan Risma saat melakukan konferensi pers di Rumah Dinasnya, Jumat siang (28/08/2020).

Akhir-akhir ini Risma memang sering melakukan peresmian terhadap sekolah yang telah selesai dibangun. Dalam 2 Minggu ini telah ada 3 sekolah yang diresmikan yaitu SMAN 61 Surabaya dan SMAN 62 Surabaya yang diremikan minggu lalu, serta SMAN 60 yang diresmikan Senin 24 Agustus lalu.

Dia mengungkapkan bila pembangunan ini tak dilakukan maka hanya akan ada sekolah swasta yang ada di suatu wilayah. Apalagi Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) telah menerapkan sistem zonasi untuk Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).

“Kalo ini tidak dilakukan hanya akan ada sekolah swasta yang biayanya mahal,” ungkap Risma.

Selain dipergunakan untuk pembangunan sekolah pihaknya akan memperuntukkan tanah Pemkot untuk pembangunan pasar tradisional.

Risma mengungkapkan, bahwa selama dirinya menjabat sebagai Wali Kota, dirinya telah membangun banyak pasar tradisional. Karena menurutnya pasar tradisional tersebut masih dibutuhkan oleh masyarakat bahkan di negara maju sekalipun.

“Selama aku jadi wali kota sudah berapa pasar yang aku buat. Karena pasar tradisional masih dibutuhkan bahkan di negara maju sekalipun,” terangnya.

Karena pentingnya pembangunan fasilitas sosial tersebut yang membuat Risma memprioritaskan tanah Pemkot untuk pembangunan fasilitas sosial. Dengan dibangunnya fasilitas sosial tersbeut dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk kesejahteraan masyarakat.@budi