LENSAINDONESIA.COM: Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Mohammad Fadil Imran menggelar audiensi bersama PT Liga Indonesia Baru (LIB) di Gedung Tribrata, Mapolda Jatim, Senin sore (31/8/2020).

Dalam pertemuan itu, Kapolda menyampaikan beberapa hal penting soal rencana bergulirnya kompetisi sepakbola Liga I.

Diantaranya, Liga I akan digulirkan mulai 1 Oktober2020  dimana beberapa daerah di Jatim seperti, Surabaya, Sidoarjo, Lamongan, Malang dan Kediri akan melangsungkan Pilkada serentak.

Kemudian Liga I yang akan bergulir ditengah Pandemi COVID-19 ini akan dilangsungkan tanpa suporter maupun penonton untuk menghidari terjadinya klaster baru penularan Corona.

Ketiga mengenai jadwal setiap pertandingan antara Klub satu dengan klub yang lain, agar PT. Liga Indonesia Baru (LIB) bisa menganalisis betul agar semua berjalan kondusif.

“Rencana bergulirnya Liga I ini banyak aspek yang harus dilakukan, karena berbarengan dengan Pilkada serentak di Jatim. Dan ditengah pandemi COVID-19,” kata Kapolda Jatim, Irjen Pol Mohammad Fadil Imran, usai audiensi di lantai 2 Gedung Tribrata, Mapolda Jatim, Senin sore (31/08/2020).

Selain itu, bergulirnya kembali Liga I ini juga bisa mengobati rasa rindu masyarakat Indonesia. Khusunya di Jawa Timur, terlebih saat ini masyarakat terdampak COVID-19.

Selain itu protokol kesehatan juga harus dijaga, hal ini mengantisipasi terjadinya klaster baru di sepak bola Indonesia.

Direktur Utama PT liga Indonesia Baru (LIB) Akhmad Hadiyan Lukita menyampaikan, Liga I akan berlanjut mulai 1 Oktober sampai 28 Februari 2021.

Bergulirnya kembali kasta tertinggi kompetisi sepakbola Indonesia ini bukan mulai dari awal, tentunya juga akan berbeda formatnya karena ada unsur pandemi COVID-19.

Dimana salah satu persyaratannya adalah digelar tanpa penonton dan suporter, pasalnya akan ditayangkan di televisi sehingga superter bisa menonton di rumah.

“Liga satu rencana akan kembali digelar mulai 1 Oktober sampai 28 Februari 2021 namun dengan format yang berbeda, karena pandemi COVID-19. Jadi suporter dan penonton bisa menyaksikan di tayangan televisi,” ucap Akhmad Hadiyan Lukita, Direktur Utama PT LIB, Senin sore (31/8/2020).

Sementara untuk pemain setiap klub akan mendapatkan Swab Test, untuk menghindari klaster baru di persepakbolahan Indonesia. Dan ini unsur kesehatan yang juga menjadi perhatian serius. Jika ada pemain yang terindikasi COVID-19 akan dilalukan isolasi.

“Kami akan berikan swab test untuk setiap pemain di masing masing klub, hal ini juga menjadi konsentrasi kami di unsur kesehatan,” pungkasnya.@fredy