LENSAINDONESIA.COM: Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jawa Timur meringkus komplotan pencurian motor (curanmor) termasuk penadahnya yang kerap melancarkan aksinya di Jawa Timur.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko, mengatakan Subdit Jatanras mengamankan Shifa Kurnia (37) warga Krajan, Kecamatan Rembang, Pasuruan, Yomo (52) warga Dusun Ngawen, Desa Pare Rejo, Kecamatan Purwodadi, Pasuruan dan Khotib (50) warga Krajan, Desa Pajaran, Kecamatan Rembang, Pasuruan.

“Awalnya ada tiga laporan di kepolisian pada 26 Mei, 24 Juli dan 30 Juni pada tahun 2020 tentang tindak pidana curanmor dan pemalsuan surat kendaraan bermotor,” ujar Kombes Trunoyudo di Mapolda Jatim, Jumat (4/9/2020).

Ketiga pelaku memiliki peran masing-masing dalam melakukan aksinya sekaligus pemasarannya.

“Ketiga pelaku ini mempunyai peran masing-masing, Shifa Kurnia dan Khotib berperan sebagai pemetik curanmor. Sedangkan Yono sebagai penadah sekaligus pemalsu nomer rangka dan mesin motor hasil curian,” imbuhnya.

Komplotan ini menerima order jenis kendaraan sesuai dengan request.

“Pelaku pencurian dengan pemberatan ini menerima order berdasarkan jenis kendaraan dari Yono, karena yang bersangkutan memiliki kemampu melakukan kamuflase ataupun merubah nomor rangka dan nomor mesin,” tegasnya.

Saat ini, polisi terus melakukan pengembangan pada kasus tersebut untuk mengungkap pelaku dan penadah lainnya.

Dari tangan tersangka, polisi mengamankan barang bukti 1 kunci T, 1 dompet coklat, 1 handphone dan satu unit Honda Beat W 4025 QS Hitam dengan nomer mesin dan rangka yang telah diubah.

Para pelaku dijerat pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan (curat) dan Pasal 480 KUHP tentang pemalsuan surat dan atau persengkongkolan jahat atau penadah dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara. @wendy