LENSAINDONESIA.COM: Pasangan calon wali kota dan calon wali kota Surabaya Machfud Arifin-Mujiaman tidak menghadiri tes psikologi yang di gelar KPU Surabaya di RSUD dr Soetomo, Selasa (08/09/2020).

Padahal, sehari sebelumnya Machfud-Mujiaman mengikuti tahapan tes kesehatan di rumah sakit tersebut.

Batalnya tes psikologi pada Machfud-Mujiaman ini mengundang pertanyaan publik, mengingat sehari sebelumnya KPU Jatim menyebut ada dua calon kepala daerah yang dinyatakan positif COVID-19.

Bakal calon wakil wali kota Surabaya Mujiaman membenarkan dirinya dan Machfud batal menjalani tes psikologi pada tahap pertama hari ini.

Menurutnya, hal ini karena ada perubahan jadwal dari KPU Surabaya.

“Tadinya (tes psikologi) gelombang I . Akan tetapi, saya juga tidak tahu, KPU hanya memberi tahu seperti itu (diikuitkan gelombang II),” kata Mujiaman seperti dikutip Antara, Selasa 8 September 2020.

Mentan Direktur Utama PDAM Surya Sembada ini juga mengaku dirinya belum menerima hasil swan test COVID-19 yang dilakukan di RSUD dr Soetomo pada Senin 7 September kemarin, padahal hasil swab test paslon rivalnya yakni Eri Cahyadi-Armuji sudah keluar.

Terkait hal ini, Mujiaman berdalih, bila hasil swab test-nya belum keluar karena dirinya dan Machfud Arifin datang mengikuti tes pada Senin siang kemarin.

Mungkin karena kami datangnya ke RSUD dr. Soetomo sekitar pukul 11.00 WIB jadi hasilnya belum selesai,” katanya.

Untuk meyakinkan dirinya bebas dari COVID-19, Mujiaman menyatakan dirinya dan Machfud saat ini dalam kondisi sehat.

Mujiaman juga mengaku bahwa dirinya saat ini sedang berada di sekitaran posko pemenangan Machfud-Mujiaman, Jalan Basuki Rachmat, Surabaya.

Mujiaman mengaku pernah positif COVID-19 pada saat masih menjabat Dirut PDAM Surabaya.

“Dahulu sudah pernah positif. Kalau sudah pernah, insyaallah, lebih tahan,” katanya.@LI-13/ant