LENSAINDONESIA.COM: Keseriusan Satpol PP Kota Surabaya menegakkan aturan dalam Perwali nomor 33 tahun 2020 terkait pandemi covid-19, patut dipertanyakan. Saat ini hampir semua tempat hiburan malam bebas beroperasional meskipun hal itu dilarang dan tercantum dalam pasal 20 peraturan yang dikeluarkan Walikota Tri Rismaharini tersebut.

Sikap angin-anginan Satpol PP Surabaya yang merazia sebuah tempat hiburan karena dianggap melanggar aturan Perwali 33, tapi kemudian terkesan membiarkan tempat itu kembali buka setelah pengelola ‘menghadap’, membuat banyak kafe, bar dan diskotek nekat beroperasional.

Salah satunya Tribes Bar n Lounge di Jl Embong Malang 78. Entah ada kedekatan apa dengan Satpol PP Surabaya, tempat hiburan di gedung 4 lantai ini bahkan tiap Jumat dan Sabtu malah buka hingga dini hari.

Kabid Trantib Satpol PP Surabaya, Piter Frans Rumaseb saat dikonfirmasi melalui ponselnya, Senin (7/9/2020) malam, tetap memberikan jawaban diplomatis atas beroperasinya tempat hiburan yang menjual miras impor dengan suguhan live musik tersebut. “Tunggu perintah pimpinan,” ungkapnya.

Piter bahkan mengajak wartawan Lensa Indonesia yang menkonfirmasinya, untuk bergabung saat razia menegakkan aturan dalam Perwali 33 tahun 2020. “Kapan-kapan gabung giat bareng Satpol PP Bos,” tantangnya.

Namun saat dijawab bahwa Lensa Indonesia sudah menunggu Satpol PP di area Tribes Bar n Lounge, Piter mengelak halus. “Mata sudah susah dibuka,” pungkasnya melalui chat WhatsApp dengan menambahkan emoticon tertawa.

Dalam berita sebelumnya, Piter mengaku pihaknya belum memonitor Tribes Bar n Lounge yang tetap buka bahkan hingga dini hari saat akhir pekan.

Namun hal tersebut dibantah salah satu karyawan setempat yang menyatakan tempatnya bekerja sudah dua kali didatangi Satpol PP Surabaya.

“Pasca diberlakukannya PSBB, mereka (Satpol PP) sudah dua kali datang. Terus ada utusan yang menghadap ke sana. Makanya sekarang aman,” ujarnya sambil meminta identitasnya tidak dipublikasikan. @rofik