LENSAINDONESIA.COM: Komisi Pemilihan Umum (KPU) Surabaya akan mengirim surat kepada calon yang dinyatakan positif COVID-19 agar menjalani isolasi.

Komisioner KPU Surabaya Divisi Hukum dan Pengawasan, Supriyatno mengatakan, isolasi belaku mulai tanggal 7 hingga 17 September 2020.

“Isolasi mandiri tidak hanya untuk bacawali, tapi bacawawalinya juga,” katanya kepada wartawan, Rabu (09/09/2020).

Supriyatno menyampaikan, permintaan isolasi pada salah satu pasangan calon peserta Pilkada Surabaya tersebut merupakan masukan dari RSUD dr soetomo.

Menurut dia, isolasi 10 hari ini dilakukan agar kondisi calon membaik. Setelah itu, antara tanggal 18-19 September paslon akan dilakukan tes swab ulang dan jika hasilnya sudah negatif, bisa dilanjutkan tahapan Pilkada yaitu pemeriksaan kesehatan bakal paslon.

Namun, bila pada swab test ulang calon masih dinyatakan positif COVID-19, maka isolasi mandiri akan diperpanjang lagi selama 3 hari.

“Tapi, kalau hasilnya tidak sesuai harapan (positif), isolasi mandiri ditambah tiga hari lagi. Sedangkan pada tanggal 21-22 September akan dilakukan tes psikoligi dan kesehatan,” jelasnya.

Terkait siapa calon yang dintarakan positif terpapar virus Corona, Supriyatno enggan menyampaikan secara rinci.

Saat ditanya apakah calon kepala daerah yang positif terpapar virus Corona itu adalah pasangan Machfud Arifin-Mujiaman karena Mujiaman pernah dinyatakan positif terpapar COVID-19 saat masih menjabat Direktur PDAM Surya Sembada Surabaya, sedangkan pasangan calon lainnya yaitu Eri Cahyadi-Armuji menyatakan bahwa hasil swabnya di RSUD dr Soetomo dinyatakan negatif?

Mengenai hal itu, Soepriyanto pun masih tidak bersedia menyebut identitas sang calon. “Saya tidak menyebut nama. Pokoknya di antara itu,” katanya.

Sebelumnya, Komisioner KPU Jatim Divisi Teknis Penyelenggaraan, Insan Qoriawan menyampaikan, dengan adanya calon kepala daerah yang positif COVID-19 tersebut, otomatis KPU setempat terpaksa menunda jadwal beberapa tahapan Pilkada.

”Beberapa tahapannya akan disesuaikan. Bahkan sampai penetepan pasangan calon pun dimungkinkan tidak bersamaan, antara yang terkonfirmasi positif dan yang negative,” papar Insan, Selasa (08/09/2020).@LI-13