LENSAINDONESIA.COM: Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI Arif Budiman menyampikan bahwa terdapat 60 peserta Pilkada Serentak 2020 yang positif COVID-19 (virus Corona).

Jumlah ini berdasarkan pemeriksaan kesehatan di sejumlah daerah yang menggelar Pilkada serentak.

“Data calon yang positif jumlah 60 orang sampai tadi siang,” kata Arief dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi II DPR, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (10/09/2020).

Arief tak memerinci siapa saja bakal calon kepala daerah yang terpapar virus Corona itu. Dia hanya menerangkan 60 orang calon peserta pilkada itu ada di 21 provinsi.

Menurut Arif positif COVID-19 tidak bisa membatalkan status pencalonan di pilkada serentak. Peserta masih bisa mengikuti pilkada setelah mendaftar dengan sejumlah konsekuensi.

“Di awal kita mewajibkan mereka tidak terjangkit covid-19 pada saat pendaftaran. Kalau setelah pendaftaran mereka terkena, tentu COVID-19 ini tidak bisa membatalkan status mereka,” kata Arief.

Kendati begitu, ada regulasi yang harus diikuti pasangan calon (paslon) yang mengidap COVID-19. Mereka wajib mengikuti protokol isolasi 14 hari. Paslon yang terjangkit virus korona tak bisa aktif terlibat dalam tahapan yang berjalan.

Pilkada 2020 digelar di 270 daerah yang meliputi 9 pemilihan gubernur, 224 pemilihan bupati, dan 37 pemilihan wali kota.
Tahapan pilkada serentak ini telah melalui masa pendaftaran pasangan calon dari Jumat hingga Minggu, 4-6 September 2020.

KPU akan menetapkan pasangan calon Pilkada 2020 pada Rabu, 23 September 2020. Peserta pilkada diberi kesempatan berkampanye dari Sabtu, 26 September 2020, hingga Sabtu, 5 Desember 2020. Pemungutan suara berlangsung Rabu, 9 Desember 2020.@LI-13