LENSAINDONESIA.COM: Adanya salah satu peserta Pilkada Surabaya yang dinyatakan positif COVID-19 kian mendapat sorotan dari publik.

Kekhawatiran akan makin meluasnya wabah dan klaster virus Corona pun muncul, terlebih salah satu peserta Pilkada yang positif terpapar COVID-19 datang ke kantor KPU dengan melibatkan ribuan pendukung.

Terlebih, Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Kota Surabaya sampai saat ini belum bisa melakukan tracing kontak erat peserta Pilkada yang positif Corona tersebut seperti, keluarga, tim sukses, anggota KPU atau bahkan sterilisasi posko pemenangan yang dijadikan pusat berkumpul.

Tidak berdayanya Satgas Penanganan COVID-19 untuk melakukan tracing kontak erat ini karena KPU Kota Surabaya hingga sekarang belum menyerahkan hasil swab tes paserta yang dinyatakan positif kepada dinas kesehatan setempat. Sehingga Satgas juga tidak mengetahui siapa peserta Pilkada yang disebut KPU telah positif COVID-19 itu.

Meski sambelum menyerahkan hasil swab test, KPU pun memasrahkan bilamana Satgas Penanganan COVID-19 harus melakukan sterilisasi posko pemenangan calon yang dinyatakan postif COVID-19.

“Sterilisasi suatu tempat itu wewenang dari Gugus Tugas COVID-19. Itu bukan wewenang kami,” Komisioner KPU Surabaya Divisi Hukum dan Pengawasan, Suprayitno kepada lensaindonesia.com, Kamis (10/09/2020).

Menurut dia, koordinasi dengan gugus tugas terkait sterilisasi posko pemenangan merupakan tanggung jawab dari masing-masing tim pemenangan pasangan calon kepala daerah.@budi