LENSAINDONESIA.COM: Masih di kawasan Pelindo 3, Labuan Bajo yang jadi salah satu 10 Bali Baru bakal dipoles demi menghidupkan pariwisata Iokasi tersebut.

Untuk itu, pemerintah melanjutkan pembangunan jaringan jalan, mempercantik lokasi wisata, dan memfokuskan Pelabuhan Labuan Bajo lama sebagai pelabuhan khusus penumpang.

Sementara untuk terminal kargo atau peti kemas akan dialihkan ke Terminal Multipurpose Labuan Bajo yang dipercayakan kepada Pelindo 3 untuk pembangunan dan pengelolaannya sesuai penugasan Kementerian Perhubungan Republik Indonesia dalam mendukung Kawasan Strategi Pariwisata Nasional (KSPN) Labuan Bajo.

Wakil Menteri BUMN II, Kartika Wirjoatmodjo bersama Direktur Utama Pelindo 3, U Saefudin Noer dan Direktur Teknik Boy Robyanto meninjau langsung proyek pembangunan Terminal Multipurpose Labuan Bajo di daerah Wae Klambu, Sabtu (05/09/2020) lalu.

Wamen BUMN mengarahkan agar bisa rampung pembangunan tepat waktu sesuai rencana dan tetap mengutamakan protokol kesehatan.

Menurutnya, ini wujud kolaboratif yang baik antara BUMN dan pemerintah khususnya Direktorat Jenderal Perhubungan laut Kementerian Perhubungan. Memiliki timetable sangat tepat, dimana Labuan Bajo merupakan salah satu dari 10 Bali baru.

“Terminal Multipurpose Labuan Bajo berkonsep luar biasa dan dirancang dengan memperhatikan aspek aspek lingkungan hidup sehingga menjadi Green Port. Semoga jadi contoh pelabuhan – pelabuhan lain, dan pastinya pelabuhan ini juga sangat indah didukung kondisi alamnya,” tandasnya.

Sementara itu, Direktur Utama Pelindo 3, U Saefudin Noer menyampaikan, Terminal Multipurpose Labuan Bajo dapat terus berkembang, berjalan dengan lancar dan segera beroperasi sesuai target, dengan dukungan dari semua stakeholder.

“Didukung semua pihak, Kementerian Perhubungan, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur, Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat dan BUMN lain pembangunan terminal multipurpose ditargetkan segera terwujud. Dengan beroperasinya Terminal Multipurpose Labuan Bajo secara keseluruhan mampu mendukung kegiatan pariwisata dan bersamaan dengan kegiatan usaha logistik bagi kelangsungan ekonomi di Nusa Tenggara Timur,” tutup Saefudin dalam keterangan pers yang diterima Lensaindonesia.com, Jumat (11/09/2020).

Lokasi terminal Multipurpose Labuan Bajo yang akan dibangun hanya 19 menit waktu tempuh dari Bandara Komodo dan dari Pelabuhan Labuan Bajo yang lama hanya sekitar 30 menit. Pengerjaan pembangunan tersebut akan dikerjakan secara multiyears namun untuk tahap awal ditargetkan selesai pada Desember 2020.

Pembangunan Terminal Multipurpose ini ditugaskan Dirjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan kepada Pelindo 3 untuk akselerasi dan kolaborasi aktif beserta para direksi BUMN terkait.
Sedangkan untuk pengelolaannya ditugaskan kepada Pelindo 3. Dermaga sepanjang 120 meter yang dibangun ini mampu disandari kapal berkapasitas 25.000 DWT, berkapasitas petikemas hingga 100.000 twenty-foot equivalent units (TEUs) dan untuk curah cair hingga 1,5 juta ton/tahun.@Rel-Licom