LENSAINDONESIA.COM: Pemerintah Indonesia berupaya mempercepat pemulihan ekonomi akibat dampak pandemi COVID-19.

Saat ini, pemerintah telah menyiapkan anggaran Rp15,8 triliun untuk cadangan belanja program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) 2021.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, Alokasi dana ini demi meningkatkan penyerapan belanja negara tahun depan.

Kata dia, pada 2021, belanja negara diprediksi mengalami kenaikan Rp2,5 triliun dari Rp2.747,5 triliun menjadi Rp2.750 triliun. Kenaikan terjadi untuk belanja pemerintah pusat, terutama anggaran belanja non kementerian/lembaga (K/L).

“Belanja non K/L naik Rp921,4 triliun menjadi Rp924,7 triliun atau Rp3,3 triliun. Dan dari pos belanja cadangan PEN yang meningkat Rp15,8 triliun,” kata jelasnya dalam rapat dengan Badan Anggaran (Banggar) DPR RI di Jakarta, Jumat (11/09/2020).

Sri Mulyani tak menjelaskan secara rinci soal cadangan belanja PEN tersebut. Namun defisit anggaran pada 2021 dipastikan meningkat sebesar Rp35,2 triliun dari semula Rp971,2 triliun menjadi Rp1.006,4 triliun atau 5,7 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).

Kenaikan defisit anggaran juga dipicu oleh penurunan penerimaan negara. Tahun depan penerimaan negara diprediksi turun Rp32,7 triliun sehingga menjadi Rp 1.743,6 triliun dari target sebelumnya yang mencapai Rp1.776,4 triliun.

Sementara itu, alokasi anggaran untuk program PEN 2021 adalah Rp356,5 triliun. Anggaran dalam program PEN tahun depan memang lebih rendah dari yang dialokasikan pada tahun ini sebesar Rp695,2 triliun.@LI-13/mc