LENSAINDONESIA.COM: Calon wali kota Surabaya Machfud Arifin mengkui bahwa dirinya positif COVID-19.

Pengakuan itu disampaikan Macfud dalam konferensi pers secara virtual melalui zoom pada Jumat (11/09/2020).

Machfud menyampaikan, bahwa diduga tertular virus Corona sekitar 22 Agustus lalu. Saat itu, istri dari teman dekatnya memiliki masalah kesehatan atau gejala mirip COVID-19. Tetapi masalah tidak langsung diceritakan.

Lalu pada Senin 24 Agustus, Machfud Arifin mulai merasakan sakit di tenggorokannya, bahkan suaranya hilang. Kemudian oleh dokter pribadinya diberi obat.

“Kemudian hari Senin (24 Agustus) saya mendengar yang bersangkutan juga kena. Saya punya inisiatif untuk melakukan kontrol sendiri di dokter karena saat itu suara saya hilang,” tambahnya.

Namun untuk meyakinkan kembali, Machfud akhirnya menjalani swab test. Dan pada Sabtu 29 Agustus ia dinyatakan positif COVID-19.

Sejak dinyatakan positif COVID-19, Machfud langsung melakukan isolasi mandiri dan mengkonsumsi obat selama seminggu.

Kemudian, sehari sebelum melakukan pendaftaran di KPU pada Minggu 6 September, Machfud kemali melakukan swab test di rumah sakit International dan hasilnya negtif. “Pada 5 September, saya swab lagi dan dinyatakan negatif,” ungkapnya.

Mengetahui dirinya dinyatakan negatif COVID-19 pada 5 September, esok harinya yaitu Minggu 6 September, Machfud memaksakan diri berangkat ke KPU kota Surabaya untuk mendaftarkan diri sebagai calon wali kota bersama calon wakil wali kota pasanganya, Mujiaaman.

“Sehingga pada 6 September, saya memberanikan diri dengan tetap menjaga protokol kesehatan. Saya memakai masker dan memakai face shield datang untuk mendaftar dalam kondisi tidak ada gangguan klinis,” katanya.

Tetapi, berdasarkan tes kesehatan yang diselanggarakan KPU di RSUD Dr Soetomo Surabaya pada Senin 7 September, dari hasil swabnya Machfud Arifin dinyatakan positif terpapar COVID-19.@LI-13