LENSAINDONESIA.COM: Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Surabaya sudah mengantongi laporan adanya kegiatan bagi-bagi bingkisan bersisi sarung, masker, pamflet dan stiker bergambar calon wali kota Machfud Arifin.

Kegiatan bagi-bagi sarung tersebut diketahui terjadi di Wilayah Gunung Anyar dan Krukah Lama, Kelurahan Ngagelrejo pada Sabtu malam, 12 September 2020.

Menariknya, salah satu tempat pembagian sarung itu dilakukan tepat di depan Rumah anggota Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) Gunung Anyar.

Mengetahui hal itu, Panwacam Gunung Anyar langsung melaporkan temuannya kepada Ketua Bawaslu Surabaya, Agil Akbar.

“Saya mendapatkan laporan itu (bagi-bagi bingkisan,red) dari salah satu anggota Panwascam Gunung Anyar karena kejadiannya berada di depan rumahnya,” terang Agil Akbar saat ditemui di Kantornya, Senin (14/09/2020).

Bawaslu Surabaya akan memproses dan akan melakukan tindak lanjut terhadap laporan tersebut yaitu investigasidan serta penyelidikan.

Agil menyampaikan, yang menjadi poin yang akan diselidiki adalah apakah ada pihak Aparatur Sipil Negara (ASN) ataupun anggota TNI-Polri yang terlibat dalam kegiatan bagi-bagi bingkisan tersebut atau tidak. Selain itu pihaknya juga akan mengumpulkan bukti-bukti terkait dugaan pelanggaran tersebut.

“Sedang dikaji dugaan pelanggarannya apakah melibatkan unsur ASN, TNI-Polri atau pihak-pihak lainnya dan siapakah yang menyebarkan. Kami sedang mengumpulkan bukti-bukti,” tegasnnya.

Pembagian sarung bergambar calon wali kota dan calon wakil wali kota Surabaya Machfud Arifin-Mujiaman di wilayah Kelurahan Ngagelrejo, Sabtu malam (12/09/2020).

Seperti diberitakan sebelumnya, beberapa orang yang diduga sebagai tim sukses (timses) pasangan calon wali kota dan calon wakil wali kota Surabaya Machfud Arifin-Mujiaman membagi-bagikan sarung di wilayah Kelurahan Ngagelrejo, Sabtu (12/09/2020) malam sekitar pukul 21.00 WIB.

Sarung berikut masker, stiker dan pamflet bergambar Machfud Arifin itu dikemas dalam tas kain berwarna hijau dan kuning.

Untuk bisa mendapatkan sarung ini, warga warga diminta menunjukkan KTP. “Satu KTP satu sarung. Kalau KTP suami istri dapat dua sarung,” ungkap seorang ibu yang baru mendapat pembagian bingkisan sarung.

Pembagian sarung yang ‘berlabel’ Machfud Arifin ini dilakukan secara terbuka di jalanan kampung.

Di lokasi, warga yang mendapat bagian sarung difoto oleh oknum timses sebagai dokumentasi.@budi