LENSAINDONESIA.COM: Polisi terus melakukan pemeriksaan terhadap pelaku penusukan terhadap Syekh Ali Jaber, Alpin Andrian.

Dari pemeriksaan, polisi mendapatan keterangan bahwa pemuda 24 tahun itu telah membawa pisau dari rumahnya.

Hal itu disampaikan Kapolda Lampung Irjen Pol Purwadi Arianto, Senin (14/09/2020).

“Pemeriksaan awal, dia membawa (pisau) dari rumah,” ungkanya.

Saat ini, penyidik kepolisian juga mendalami keterangan dari orang tua pelaku yang mengatakan bahwa Alpin menderita gangguan jiwa sejak 2016.

Terkait hal ini, Irjen Pol Purwadi Arianto menyampaikan, pihaknya mendatangkan langsung psikiater dari Rumah Sakit Jiwa Lampung untuk memeriksa kejiwaan pelaku. Sebelumnya pelaku disebut memiliki gangguan jiwa.

“Sedang didalami dokter jiwa bagaimana terkait informasi yang bersangkutan masih didalami secara science-lah, dari rumah sakit dan kepolisian,” ujarnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Kota Bandar Lampung Kompol Rezky Maulana mengatakan, sebelum melakukan penusukan, pelaku sempat berhalusinasi didatangi Syekh Ali Jaber setahun lalu. Sejak itu, Alpin kerap mengikuti ceramah Syekh Ali melalui media sosial Youtube.

Kemudian kemarin, Aplin mendengar kabar Syekh Ali Jaber berceramah di Masjid Falahuddin, Kota Bandar Lampung. Pelaku lalu menuju lokasi dengan membawa pisau dapur.

“Begitu mendengar dari masjid ada Syekh Ali Jaber, nah tidak lama dari situ dia ke dapur untuk mengambil pisau menuju ke tempat itu. Jadi secara spontan pada saat itu,” jelas Rezky.@LI-13/mc