LENSAINDONESIA.COM: Balap sepeda onthel dan balap lari dengan embel-embel judi sedang digandrungi pemuda Surabaya. Selasa (15/9/2020) dini hari, tiga tempat dijadikan sirkuit dadakan dan taruhannya mencapai jutaan Rupiah. Masing-masing Jl Manukan Lor, Jl Putat Jaya dan kawasan pergudangan Jl Margomulyo.

Pantauan Lensa Indonesia di Jl Putat Jaya, sekitar pukul 00.00 WIB, eks kawasan lokalisasi Dolly itu mendadak jadi arena judi balap sepeda onthel antar kampung. Saat itu yang bertanding pebalap asal Jl Simo Rukun melawan pebalap Jl Putat Jaya.

“Ini uang gandeng resmi Rp 600 ribu. Tadi ada jaban (taruhan pinggiran) sampai Rp 1,5 juta. Jarak tempuh tandingnya sekitar 45 meter, ada tanda 2 tiang,” terang pemuda asal Jl Putat Jaya yang dipanggil “Mat” oleh teman-temannya.

Balap lari di Jl Manukan Lor

Di kawasan Jl Manukan Lor lain lagi. Sebelum digelar judi balap sepeda onthel, para pemuda lebih dulu mengadakan pertandingan balap lari.

Nilai taruhan kedua kubu bahkan mencapai jutaan Rupiah. Untuk balap sepeda onthel jaraknya 3 tiang, sedangkan balap lari satu tiang.

“Balap sepeda keluar taruhan Rp 1 juta, kalau lomba balap lari tadi cuma 200 ribu. Sama-sama warga sini aja kok,” papar DN yang tengah melihat rekannya bertanding.

Sementara di kawasan pergudangan Jl Margomulyo, taruhan balap sepeda onthel nilainya mencapai belasan juta Rupiah.

“Masing-masing sepakat taruhan Rp 6 juta. Jadi uangnya digandeng ke orang tengah (netral). Tapi tadi sempet diobrak polisi dan dibubarkan dengan tembakan peringatan. Sempet bubar sebentar, tapi setelah telpon-telponan ya kumpul lagi,” terang Dul, salah satu pemilik warkop tak jauh dari lokasi.

Maraknya fenomena olahraga yang dilakukan para pemuda Surabaya ini sebenarnya patut diberi apresiasi dan disediakan tempat oleh Pemkot Surabaya. Namun sayangnya, kegiatan liar ini dibumbui taruhan judi dan digelar di tengah jalan sehingga mengganggu pengendara. Acara ini juga rawan tawuran bila salah satu pihak tidak terima saat kalah.

Di sisi lain, mereka juga tidak memperhatikan protokol kesehatan.  Banyak penonton yang hadir tidak mengenakan masker dan tak ada physical distance untuk mencegah penularan virus corona. @wendy