LENSAINDONESIA.COM: Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Kementerian Kesehatan RI mendapatkan bantuan sebanyak 210 unit alat ventilator dari USAID (United States Agency for International Development), sebuah Lembaga Pembangunan Internasional Amerika Serikat.

Sebanyak 44 unit ventilator diantaranya dibagikan ke 15 rumah sakit rujukan COVID-19 di Jatim oleh Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa.

Rumah sakit yang mendapat bantuan ventilator ini adalah RSUD dr Soetomo Surabaya (6 unit), RS Katholik St Vincentius a Paulo (1 unit), RS Adi Husada Undaan Wetan (4 unit), RSUD Bhakti Dharma Husada (2 unit), RS Islam Jemursari Surabaya (2 unit), RS Premier Surabaya ( 2 unit) dan RS Husada utama (3 unit).

Kemudian untuk RS Bhayangkara HS Samsoeri Mertojoso (4 unit), RS Manyar Medical Center (1 unit), RS Universitas Airlangga Surabaya (6 unit), RS Tk II Brawijaya (3 unit), Rumkital dr Ramelan Surabaya (3 unit), RSUD dr Mohamad Soewandhi (3 unit), RS Paru Surabaya (1 unit) dan RS Islam Surabaya (5 unit).

“Kami ingin wujudkan bagaimana maksimalisasi kualitas layanan bisa kita berikan. Kita tingkatkan semangat dan harapan sembuh dari pasien COVID-19. Peralatan ventilator ini penting sebagai penanganan pasien yang sudah masuk fase gagal nafas akut,” tegas Khofifah di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Selasa (15/09/2020).

Ia menjelaskan pemberian bantuan berupa ventilator dari USAID dan Kemenkes ini akan terus didistribusikan secara bertahap. Ada aturan komposisi dan juga pertimbangan untuk rumah sakit yang akan mendapatkan bantuan ini.

Hal senada juga disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Jatim Herlin Ferliana. Ia mengatakan total ada sebanyak 210 unit alat ventilator yang dibagikan ke Jatim.

Saat ini sudah ada 101 rumah sakit dari total 127 RS Rujukan COVID-19 Jatim yang sudah mengajukan bantuan ventilator.

“Yang kami setujui untuk mendapatkan ventilator adalah dilihat rasio pasien, ruang isolasi dan juga keberadaan ventilator di rumah sakit tersebut. Kemudian juga adanya dokter anastesi dan juga tenaga kesehatan yang bisa mengoperasikan ventilator,” tegas Herlin.@sarifa