LENSAINDONESIA.COM: Polrestabes Surabaya menggelar Operasi Yustisi selama 3 hari sejak Senin (14/9/2020) hingga Rabu (16/9/2020). Empat titik yang dibidik adalah Bundaran Waru (mall Cito), Kawasan Meer Rungkut, Kawasan Kampus C Unair dan Jl Wilangon.

Kasubbag Humas Polrestabes Surabaya, AKP M Akhyar mengatakan, selama 3 hari Operasi Yustisi, pihaknya menindak tegas dengan menyita KTP ratusan pelanggar yang abai dengan protokol kesehatan.

“Bundaran Cito 16 KTP pengendara, Merr Rungkut 20 KTP, Kampus C Unair 51 KTP, dan Tambak Oso Wilangun 30 KTP. Totalnya sebesar 117 KTP,” terang AKP Akhyar saat dikonfirmasi, Rabu (16/9/2020).

Menurut AKP Akhyar, Operasi Yustisi yang digelar pada Rabu (16/9/2020) menunjukkan peningkatan pelanggar dibanding sebelumnya. Selasa kemarin cuma 102, tapi tadi 117 pelanggar di lokasi yang sama.

Sementara pada Senin (14/9/2020) kemarin, total 116 KTP dari lima titik operasi, “Total menyita 116 KTP, yakni depan Cito 16 KTP, di Merr 20 KTP, Benowo 30 KTP, Kebun binatang Surabaya 9 KTP dan Tugu Pahlawan 41 KTP. Ini tindakan tegas,” papar AKP Akhyar.

Saat ini, petugas kepolisian melakukan penjagaan di pintu perbatasan akses keluar masuk Surabaya. Itu dilakukan untuk memutus sebaran Covid-19 di Surabaya.

“Hari pertama saja yang lima titik, hari kedua dan ke tiga menjadi empat titik, karena Operasi Yustisi difokuskan pada pintu masuk dan keluar Surabaya,” pungkasnya.

Perlu iketahui, Operasi Yustisi merupakan operasi protokol kesehatan penggunaan masker dengan benar yang difokuskan bagi pengendara di jalan raya. @wendy.