LENSAINDONESIA.COM: Anggota DPRD Jawa Timur Dapil XIII (Lamongan-Gresik) Kodrat Sunyoto melakukan reses di Desa Karanggeneng, Kecamatan Karanggeneng, Kabupaten Lamongan.

Pada Reses II Tahun 2020 Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur Masa Jabatan 2019-2024 ini, Kodrat turun lapangan menyerap aspirasi masyarakat. Ia menerima sejumlah keluhan dari warga setempat.

“Kami paham betul sekarang dimana-mana serba sulit, di masa pandemi COVID-19 ini. Semua dana bantuan yang ada di kepala desa yang sebelumnya untuk pembangunan, karena COVID-19 ini sekarang dialihkan ke BLT (bantuan langsung tunai). Jadi ya harus sabar. Saya akan memperjuangkan apa yang menjadi kebutuhan masyarakat di Desa Karanggeneng Lamongan ini,” ujar Kodrat pada LICOM, Selasa (15/09/2020).

Politisi Partai Golkar ini menyatakan prihatin dan memahami kondisi masyarakat di masa pandemi COVID-19. Karena itu, Kodrat menjanjikan bantuan kepada para konstituennya.

Ia menjelaskan, warga Desa Karanggeneng membutuhkan fasilitas mulai dari pembangunan gapura, bangunan perbaikan lembaga pendidikan yakni sekolah TK hingga rehab gedung serbaguna di Desa Karanggeneng.

“Jadi aspirasi warga kita tampung, kita bantu agar lebih merukunkan warga dua dusun di Desa Karanggeneng ini, yaitu Dusun Karanggeneng dan Dusun Ketawang. Fasilitas banyak yang kurang sehingga pemberian bantuan harus merata, disini kami (anggota dewan) masuk. Mereka ingin pembanguanan gapura, di sektor pendidikan perlu mendapat perhatian secara khusus, pembangunan sekolah dengan melakukan peninghian gedung sekolah TK swasta yang tak dijangkau oleh pemerintah. Ada juga permintaan merehab gedung serbaguna desa. Bantuan kami akan alokasikan, tapi ini masih dihitung. Insya Allah saya akan memenuhi ini semua,” tegasnya.

Anggota Komisi E DPRD Jatim ini mengatakan, perbaikan fasilitas pendidikan sangat diperlukan agar bisa dinikmati masyarakat setempat. Jika bangunannya bagus maka akan dengan mudah pula dalam menjaring murid baru, sehingga pendidikan disekitar Karanggeneng maju dan hidup.

“Dengan sarana memadai ini kan juga bisa menarik simpati untuk menjaring murid baru. Yayasan swasta ini kan dapat murid aja udah seneng, maka itu harus diimbangi dengan fasilitas yang baik pula,” imbuh Kodrat Sunyoto.

Sementara, Kepala Dusun Karanggeneng Abdul Haris Fauzi mengaku sangat berharap apa yang telah diusulkan oleh warganya tersebut didengar dan diwujudkan dalam waktu dekat. Sebab pembangunan dan perbaikan gedung juga gapura sangat dinantikan oleh warganya.

Pihaknya mengaku telah mengupayakan pembangunan dengan menggunakan bantuan adal PAD hingga dana desa (DD), namun tak kunjung terwujud.

“Harapan kami apa yang menjadi usulan dalam aspirasi ini bisa segera diwujudkan. Kami sudah berusaha menggunakan dana  PAD belum bisa terlaksana, pakai dana transfer DD juga belum bisa terlaksana karena kondisi COVID-19. Mudah-mudahan lewat bantuan dari Anggota DPRD Jatim bisa terlaksana,” katanya.

Pihaknya menyebut kondisi fasilitas bangunan di desanya terlalu minim dan tak bisa difungsikan. Misalnya untuk gedung serbaguna, saat ini sudah ada bangunannya namun baru 50 persen, sehingga tak bisa digunakan. Padahal seharusnya gedung itu bisa dijadikan olahraga bulutangkis, seni tari hingga bela diri. Tak hanya itu, gedung juga bisa difungsikan untuk rapat dan pertemuan antar warga Karanggeneng.

“Sekarang ini baru 50 persen bangunannya, tapi ya gitu enggak bisa digunaka. Karena kalau kena hujan, kita kehujanan, ya kebanjiran juga. Semoga Pak Kodrat bisa mewujudkan harapan kami,” tandasnya.@sarifa