LENSAINDONESIA.COM: Pemerintah Provinsi Jawa Timur gencar mengajak seluruh masyarakat untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan COVID-19 dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Seperti yang dilakukan Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Jatim Heru Tjahjono, ia meminta masyarakat selalu menggunakan masker, mencuci tangan dengan air bersih dan sabun, serta menjaga jarak jika bertemu dengan orang lain.

“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat termasuk berbagai komunitas juga agar disiplin protokol kesehatan. Seperti komunitas pemusik, sepeda, dan sebagainya,” kata Sekdaprov Jatim Heru Tjahjono di Surabaya, Selasa (15/09/2020).

Menurut Heru, selama pandemi COVID-19 masih belum bisa dihentikan dan belum ada vaksinnya, maka protokol kesehatan merupakan kunci utama untuk memutus rantai penyeberan virus Corona.

“Ini harus diperhatikan kita semua, bagaimana kita harus ikut memutus mata rantai tersebut,” tegas dia.

Berbagai upaya untuk menekan laju penyebaran COVID-19 di Jatim tak henti-hentinya dilakukan oleh Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa beserta jajaran Pemprov Jatim. Yakni pentingnya pakai masker, cuci tangan dan jaga jarak yang aman kepada seluruh masyarakat.

Bahkan dalam setiap rapat dimanapun berada, Gubernur Jatim selalu mem-briefing upaya pencegahannya selama 5-10 menit.

“Setiap minggunya Bu Gubernur turun ke daerah-daerah untuk menyosialisasikan pentingnya disiplin protokol kesehatan. Terutama dalam menggunakan masker. Membagikan kaos dengan tulisan ajakan pakai masker,” papar mantan Kadiskanla Jatim ini.

Menurut Heru, memakai masker sendiri dinilai wajib dipakai hingga pandemi Covid-19 dinyatakan berhenti. Tujuan utamanya adalah untuk mencegah penularan Covid-19.

“Pakai masker ini seperti pakai baju sama pentingnya untuk seluruh masyarakat,” jelasnya.

Sementara, Ahli Epidemiologi Universitas Airlangga Windhu Purnomo mengungkapkan Jatim dalam kurva kasus penambahan harian penyebaran COVID-19 saat ini sudah mendatar. Kendati demikian, posisi tersebut dinilai masih belum sepenuhnya membaik.

Dirinya pun menyambut baik disahkannya Peraturan Daerah tentang Penyelenggaraan Ketenteraman, Ketertiban Umum, dan Perlindungan Masyarakat (Trantibum) di Jawa Timur dilengkapi dengan pemberian sanksi bagi yang melanggar protokol kesehatan COVID-19.

“Itu yang harus dilakukan terus. Artinya bahwa Jatim harus memperketat terus penanganan COVID-19. Karena Jatim belum aman, tapi tidak memburuk secara umum,” pungkasnya.@sarifa