LENSAINDONESIA.COM: Relawan Jokowi Centre (RJC) mendukung langkah Pemerintah mengusut tuntas kasus penusukan ulama Syekh Ali Jaber yang terjadi beberapa waktu lalu saat mengisi acara di Bandar Lampung.

Sekretaris Jenderal Relawan Jokowi Centre, Imanta Ginting mengatakan, Relawan Jokowi Centre mendukung langkah Pemerintah yang mendorong aparat kepolisian untuk mengusut secara tuntas penusukan ulama. Karena kebebasan beribadah adalah hak konstitusi tiap-tiap warga negara.

“Kami melihat penusukan ulama Syekh Ali Jaber pada saat ceramah di Bandar Lampung bukan bentuk diskriminasi, melainkan korban. Sehingga, kami meminta aparat kepolisian untuk mengusut tuntas kasus tersebut,” kata Imanta Ginting kepada wartawan, Kamis (17/09/2020).

Sekjern Relawan Jokowi Centre, Imanta Ginting. @foto: dok. istimewa

Dia juga berharap kejadian yang sama terhadap ulama jangan terjadi lagi kedepan, termasuk juga terhadap pimpinan-pimpinan umat agama.

“Kami juga meminta agar persatuan dan kesatuan tetap dijaga. Sehingga, kejadian yang sama tidak terulang lagi kepada pimpinan umat beragama,” kata dia.

Sebelumnya, Kepala Staf Keperesidenan Moeldoko menjenguk ulama Syekh Ali Jaber di kediamannya yang berada di kawasan Pulogadung, Jakarta Timur pada hari Selasa (15/9/2020).

“Menjenguk kerabat yang sakit adalah salah satu anjuran Rasulullah sebagai amal mulia,” ujar Moeldoko

Kastaf Moeldoko menegaskan, aparat keamanan saat ini sedang bekerja keras untuk mengungkap dan menuntaskan kasus ini secara transparan sesuai hukum yang berlaku di Indonesia.

“Pemerintah mengecam keras aksi penusukan dan tindak kekerasan terhadap ulama. Pemerintah meminta polisi mengusut tuntas kasus ini. Ini bukan kriminalisasi ulama. Syekh Ali Jaber adalah korban,” ucap Moeldoko. @jrk_LI