LENSAINDONESIA.COM: Usai peristiwa penusukan terhadap ulama Syekh Ali Jaber, muncul kabar bahwa ulama tersebut kembali ke Madinah.

Kabar tersebut sengaja dihembuskan oleh akun Facebook MSayuti Sayuti yabg mengunggah foto Syekh Ali Jaber nampak berjalan di sebuah ruangan bandara.

Berikut ini narasi dalam unggahan tersebut:

“Akhirnya Syekh Ali Jabber terbang pulang ke Madinah,,,Betapa malunya bangsa ini karena seorang Ulama dari luar tidak bisa terjaga saat berda’wah.”

Didampingi Banser NU

Untuk mengklarifikasi kabar tersebut, Tim Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) dalam penelusurannya, menjawab bahwa Syekh Ali Jaber pulang ke Madinah usai penusukan terhadap dirinya itu merupakan klaim yang salah.

Syekh Ali Jaber tidak pulang ke Madinah. ia berencana dakwah di Jember dan Kabupaten Malang, Kamis, 17 September 2020.

Dilansir dari situs nu.or.id, agenda Syekh Ali Jaber di Jember merupakan untuk siluturahmi ke salah satu rumah tahfidz yang ada di Kecamatan Ajung, Jember, Jawa Timur.

Dari cerita instagramnya, Syekh Ali Jaber memberikan ucapan terima kasih kepada Banser NU Kencong-Jember yang telah mengawalnya.

“Alhamdulillah sudah tiba di Jember dan langsung Alhamdulillah ditemani dan didampingi oleh Banser. Semoga dimuliakan oleh Allah. Terima kasih teman-teman sekalian,” tutur Syekh Ali yang dalam video itu nampak didampingi Banser NU.

Untuk hal keamanan, Kepolisian Daerah Jawa Timur juga membantu panitia terlait pengamanan kegiatan dakwah Syekh Ali Jaber di Jember dan Kabupaten Malang, pada Kamis, 17 September 2020.
Kabid Humas Polda Jawa Timur Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko menyampaikan, kendati membantu pengamanan, tanggung jawab keamanan sepenuhnya tetap berada di pihak panitia.

“Dua hal yang perlu diperhatikan oleh panitia penyelenggara, yakni memastikan penerapan protokol kesehatan COVID-19 di lokasi pengajian dan memastikan tidak ada jemaah yang membawa benda-benda berbahaya dan membahayakan, seperti senjata tajam,” tegas Truno.

Informasi yang salah

Dari hasil penelusuran ini, bahwa Syekh Ali Jaber pulang ke Madinah usai kejadian penusukan terhadap dirinya tersebut merupakan paham yang salah dan tak terbukti dengan fakta.u