LENSAINDONESIA.COM: Ketua PC GP Ansor Jombang Zulfikar Damam Ikhwanto meminta anggota Ansor/Banser Nahdlatul Ulama jangan hanya bertarung melawan radikalisme di dunia nyata. Ansor/Banser harus ikut turun di dunia maya memerangi hoaks dan sebagainya, Rabu (16/09/2020).

“Jangan hanya bertarung di dunia nyata, terjun ke dunia maya,” tutur Gus Antok panggilan akrab Ketua GP Ansor Jombang disela webinar kerjasama dengan Bawaslu Kabupaten Jombang, (15/09) kemarin.

Perkembangan radikalisme yang memanfaatkan teknologi informasi belakangan ini cukup kuat. Untuk menghadapi hal tersebut, PW GP Ansor selanjutnya menginstruksikan jajaran PC se Jawa Timur untuk membentuk lembaga cyber dan digital media.

Dijelaskan, Ketua Ansor Jombang bahwa di era medsos arus informasi begitu deras kerapkali mempengaruhi cara berpikir masyarakat, termasuk kecenderungan perilaku mencaci melalui dunia digital. Bahkan hal ini pun berlaku bagi Ansor/Banser tetapi juga ulama NU.

Terkait perundungan Ansor/Banser di medsos, Gus Antok mengatakan pihaknya sudah terbiasa menjadi sasaran cacian warganet. Terkadang kasus bulliying di media sosial menjadi terbiasa. Dengan segala kritikan warganet, NU tetap konsisten untuk selalu membawa pada kejayaan Islam.

“Susunan pengurus boleh ganti tapi bagi Islam berasas ‘ahlussunah wal jamaah’, latar belakang historikal, sama prinsipnya, sama tujuan,” tandas Gus Antok.

“PC GP Ansor Jombang siap menjaga Ulama di dunia maya dan dunia nyata,” pungkasnya.@Obi