LENSAINDONESIA.COM: Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Surabaya, Nur Syamsi membantah informasi bahwa bakal calon wali kota Machfud Arifin kembali positif COVID-19 akibat tertular dari staf KPU saat melakukan pendaftaran pada 6 September lalu.

Menurut Nur Syamsi, kabar yang mengatakan Cawali Machfud Arifin tertular COVID-19 dari KPU tersebut tidak benar.

Ia menegaskan, selama ini pihaknya secara rutin melakukan tes baik swab maupun rapid. Dari tes tersebut, kata sia, hasilnya selalu negatif negatif untuk swab dan non reaktif untuk rapid.

Bahkan, dari hasil swab terbaru pada anggota KPU Surabaya yang dilakukan beberapa hari yang lalu, hasilnya seluruhnya negatif COVID-19.

“Dari semua tes yang dilakukan anggota KPU semuanya selalu negatif,” tandasnya saat dihubungi lensaindonesia.com, Jumat malam (18/09/2020).

Nur Syamsi kembali menyatakan, bahwa bukan hanya komisioner KPU saja, seluruh jajaran termasuk para petugas yang melakukan survei ke lapangan untuk melakukan pemutakhiran data pemilih rutin melakukan tes COVID-19.

Hal ini dilakukan guna memastikan tidak ada anggota yang terpapar COVID-19. Sehingga tidak mengganggu tahapan-tahapan dari Pilkada berjalan lancar.

“Kami rutin melakukan tes untuk memastikan semuanya aman dan semuanya negatif,” ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, sejumlah media merilis bahwa calon wali kota Machfud Arifin diduga kembali positif terpapar COVID-19 diduga tertular saat mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum (KPU). Ini karena, sebelum Machfud mendaftar, sudah ada sejumlah pegawai KPU Surabaya yang positif COVID-19.

Bersadarkan informasi yang beredar ke publik, empat pegawai KPU yang sempat positif COVID-19 berinisial AR, RD, ES dan TK.

Dikabarkan, AR yang terlebih dahulu yang positif COVID-19. Pegawai perempuan ini bahkan kondisinya sempar drop.

AR sempat dirawat di salah satu rumah sakit swasta di Surabaya. Karena kondisinya tidak kunjung membaik, ia kemudian dirujuk ke rumah sakit militer di Malang.

Tidak ada keterangan pasti tiga pegawai KPU itu tertular COVID-19 dari AR atau tidak. Namun RD, ES dan TK dinyatakan positif terpapar setelah melakukan tes pribadi karena merasa ada gejala.@budi