LENSAINDONESIA.COM: Sejumlah media merilis bahwa calon wali kota Machfud Arifin diduga kembali positif terpapar COVID-19 diduga tertular saat mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum (KPU). Ini karena, sebelum Machfud mendaftar, sudah ada sejumlah pegawai KPU Surabaya yang positif COVID-19.

Bersadarkan informasi yang beredar ke publik, empat pegawai KPU yang sempat positif COVID-19 berinisial AR, RD, ES dan TK.
Dikabarkan, AR yang terlebih dahulu yang positif COVID-19. Pegawai perempuan ini bahkan kondisinya sempar drop.

AR sempat dirawat di salah satu rumah sakit swasta di Surabaya. Karena kondisinya tidak kunjung membaik, ia kemudian dirujuk ke rumah sakit militer di Malang.

Tidak ada keterangan pasti tiga pegawai KPU itu tertular COVID-19 dari AR atau tidak. Namun RD, ES dan TK dinyatakan positif terpapar setelah melakukan tes pribadi karena merasa ada gejala.

Meski empat pegawainya positif COVID-19, KPU Surabaya disebut tidak melakukan upaya pencegahan, termasuk melapor ke Gugus Tugas Penanggulangan COVID-19 Surabaya. Sehingga secara otomatif tidak ada tracing maupun lockdown di kantor KPU Surabaya. Bahkan kantor KPU tetap menjalankan aktivitas seperti biasa, termasuk saat proses pendaftaran calon wali kota.

Pada konferensi pers secara virtual melalui zoom, pada Jumat 11 September 2020, Machfud Arifin secara blak-blakan menyatakan bahwa dirinya sempat dinyatakan positif COVID-19 pada Sabtu 29 Agustus 2020, seminggu sebelum mendaftar sebagai calon wali kota.

Kata Machfud, diduga ia tertular oleh istri dari teman dekatnya sekitar 22 Agustus lalu.

Lalu pada Senin 24 Agustus, Machfud Arifin mulai merasakan sakit di tenggorokannya, bahkan suaranya hilang. Kemudian oleh dokter pribadinya diberi obat.

Namun untuk meyakinkan kembali dirinya terpapar virus Corona atau tidak, Machfud akhirnya menjalani swab test. Dan pada Sabtu 29 Agustus ia dinyatakan positif COVID-19.

Sejak dinyatakan positif COVID-19, Machfud langsung melakukan isolasi mandiri dan mengkonsumsi obat selama seminggu.

Kemudian, sehari sebelum melakukan pendaftaran di KPU pada Minggu 6 September, Machfud kemali melakukan tes swab di rumah sakit International dan hasilnya negtif. “Pada 5 September, saya swab lagi dan dinyatakan negatif,” ungkapnya.

Mengetahui dirinya dinyatakan negatif COVID-19 pada 5 September, esok harinya yaitu Minggu 6 September, Machfud memaksakan diri berangkat ke KPU kota Surabaya untuk mendaftarkan diri sebagai calon wali kota bersama calon wakil wali kota pasanganya, Mujiaman.

Namun esok harinya ketika menjalani swab test di RSUD dr Soetomo pada 7 September 2020 sebagai syarat pendaftaran, Machfud dinyatakan terdeteksi terpapar COVID-19.

Terkait dugaan bahwa Machfud Arifin tertular COVID-19 dari KPU, omisioner Divisi Hukum dan Pengawasan Suprayitno tak berani memberikan komentar banyak. Namun dia tak membantah juga soal adanya empat petugas KPU Surabaya yang sempat positif Covid-19. “Jangan tanya saya soal itu. Itu menyangkut pribadi,” singkatnya, Kamis (17/09/2020).@LI-13/bj/brw/snd/mcfm