LENSAINDONESIA.COM: Ir. Ryantori Angka Raharja, tersangka kasus dugaan pelanggaran hak paten Konstruksi Sarang Laba-Laba (KSLL) milik PT Katama Suryabumi segera diadili di Pengadilan Negeri Sidoarjo.

Berdasarkan informasi situs resmi Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) Pengadilan Negeri Sidoarjo, nomor perkara 723/Pid.Sus/2020/PN SDA dengan tersangka Ir. Ryantori Angka Raharja yang didaftarkan pada Senin 14 September 2020 akan mulai disidangkan pada Senin, 28 September 2020, pukul 11.00 WIB dengan agenda pembacaan dakwaan.

Dalam perkara ini, Ryantori diancam pidana dalam Pasal 161 Jo Pasal 160 UU No. 13 Tahun 2016 tentang Paten dengan ancaman hukuman penjara selama 4 tahun dan/atau denda paling banyak Rp 1 miliar.

Kasi Pidum Kejari Sidoarjo, Gatot Hariono membenarkan akan digelarnya sidang Ryantori. “Benar (Ryantori segera disidang),” jawabanya singkat melalui pesan WhatsApp, Selasa (15/09/2020) lalu.

Berdasarkan catatan media, Ryantori Angka Raharja tidak hanya melanggar hak paten KSLL di Sidoarjo saja, tetapi di beberapa proyek di Indonesia.

Pada Juli 2019, Ryantori diduga melakukan pelanggaran menggunakan pondasi KSLL tanpa izin pada proyek Pembangunan Gedung Pelayanan Balai Karantina Pertanian Kelas 1 Semarang, Jawa Tengah. Proyek ini kemudian disegel oleh petugas Unit Indagsi Krimsus Polda Jateng.

Selain itu, Ryantori juga disebut dilaporkan ke Polda Sumatra Barat karena menggunakan paten KSLL di proyek Pembangunan Sekda Kabupaten Solok pada Juni 2019.

Diberitakan sebelumnya, Ryantori dikabarkan melakukan pendaftaran ulang KSLL dengan nama baru yakni Jaring Rusuk Beton Pasak Vertikal (JRBPV).

Sayangnya bentuk dan struktur JRBPV itu sama persis dengan KSLL milik PT Katama Suryabumi yang telah terlebih dahulu mendapatkan hak paten dari Direktur Jendral (Dirjen) Hak Kekayaan Intelektual (HKI) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) RI. Sehingga sampai saat ini JRBPV belum mendapat hak paten.

Hingga saat ini Ryantori Angka Raharja belum bisa dimintai keterangan terkait dugaan pelanggaran hak paten dan rencana persidangan di PN Sidoarjo tersebut.@LI-13