LENSAINDONESIA.COM: Menegakkan Perwali 33 tahun 2020 demi memutus rantai penyebaran Covid-19, petugas gabungan dari Satpol PP Surabaya, Dinas Pariwisata diback up Polrestabes Surabaya dan Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Sabtu (19/9/2020) malam, menggelar razia di 2 diskotek, 2 bar dan 3 restoran.

Kasatpol PP Surabaya, Eddy Christijanto, mengatakan dua bar yang dibubarkan karena kedapatan beroperasional adalah Sobriety Bar Jl Raya Gubeng 29 dan Buro Bar di Jl Sumatera 40. Sedangkan 2 diskotek masing-masing Escobar Jl Ngaglik 17 dan Mystic di kompleks Kaza City Mall Jl Kapas Krampung 45, tidak kedapatan beroperasional.

Diskotek Mystic tutup saat didatangi petugas

“Petugas menemui manajer dan memberi penjelasan bahwa ada pelanggaran terhadap Perwali 33 lalu meminta operasional dihentikan. Setelah itu dilakukan penempelan stiker pelanggaran di pintu masuk,” Eddy.

Selain di tempat hiburan, petugas gabungan juga membubarkan operasional tiga restoran yakni Mie Gacoan di Jl Ambengan 51, Society Complex dan Historica yang berada satu komplek dengan Buro Bar di Jl Sumatera 40.

“Di restoran didapati kerumunan. Bahkan parkirannya sampai meluber ke jalan. Di Mie Gacoan tadi petugas menyita satu KTP milik jukir atas nama Abdul Aziz,” imbuhnya.

Restoran Mie Gacoan, pengunjungnya meluber sehingga dibubarkan karena rawan penyebaran Covid-19

Seperti diberitakan Lensa Indonesia sebelumnya, Satpol PP Surabaya menggandeng Dinas Pariwisata akan lebih gencar melakukan razia pelanggaran protokol kesehatan. Terutama terhadap tempat-tempat hiburan malam yang nekat melanggar aturan pasal 20 Perwali 33 tahun 2020. Ini dilakukan sebagai upaya membantu pemerintah memutus mata rantai Covid-19.

“Malam ini kami akan melakukan razia bersama Dinas Pariwisata. Kami sudah kumpulkan data-data termasuk link berita yang masuk. Yang punya jadwal dan titik TO-nya Dinas Pariwisata. Ini termasuk sejumlah tempat hiburan malam lainnya,” pungkasnya. @wendy