LENSAINDONESIA.COM: Guna menekan persebaran COVID-19, Pemerintah Kota Surabaya melakukan swab test ke rumah-rumah warga.

Aksi ‘jempur bola’ ini dilakukan agar warga yang tidak sempat datang ke Puskesmas dapat di-tes swab secara langsung di rumah masing-masing.

Swab ke Rumah-Rumah ini dilakukan mulai Jumat 18 September 2020 kemarin.

Kepala Dinas Kesehatan, Febria Rachmanita mengunkapkan, banyak warga yang masih belum melakukan tes meski telah beberapa kali diberi imbauan. Karena itu, pihaknya perlu melakukan langkah efektif yaitu melakukan swab ke rumah-rumah warga.

“Kemarin itu masih ada beberapa yang menolak. Nah, yang menolak itu kita sampaikan bahwa akan dijemput Pak Polisi, nanti dibawa ke Hotel Asrama Haji. Akhirnya mereka janjian untuk swab hari ini,” ujar Febri, Sabtu (19/09/2020).

Kata Febri, berdasarkan laporan swab test kemerin, terdapat 30 orang yang enggan untuk dilakukan tes swab saat didatangi pertugas kesehatan di rumahnya.

Dari jumlah tersebut, lanjut dia, bukan berarti semuanya tidak mau di-swab. Sebab ada warga yang menyatakan belum siap atau masih ada kesibukan yang harus dilakukan di rumahnya.

Meskipun begitu Febri menargetkan semua warga yang belum swab akan dituntaskan hari ini.

“Mungkin ada juga pada saat itu belum siap. Tapi intinya hari ini harus selesai semua. Yang belum ini, mereka sudah janjian untuk tes swab hari ini semua,” terangnya.

Febri menegaskan, aksi jemput bola swab ini dilakukan untuk mencegah terjadinya klaster keluarga. Karena warga yang isolasi mandiri di rumah rata-rata tidak mau dirawat di Asrama Haji.

“Rata-rata mereka yang tidak mau di Asrama Haji, maka kita jemput bola. Supaya tidak sampai terjadi klaster keluarga. Dan supaya kita juga tahu kondisi mereka seperti apa,” paparnya.@budi