LENSAINDONESIA.COM: Sejumlah klub malam, bar dan diskotek di Surabaya tetap beroperasional tanpa mengindahkan aturan Perwali 33 tahun 2020, yang melarang semua jenis tempat hiburan beroperasional saat pandemi Covid-19.

Pantauan Lensa Indonesia selama beberapa hari di sejumlah titik, tempat hiburan itu memanfaatkan longgarnya pantauan petugas terhadap tempat yang punya ijin restoran.

Tempat hiburan malam yang terpantau beroperasional di pusat kota Surabaya adalah Diskotek Kowloon di kompleks Plasa Surabaya lantai 5. Beroperasional sejak pukul 14.00-22.00 WIB, room-room disewakan dengan harga paketan miras impor plus LC.

Pernah didatangi operasi petugas gabungan untuk menegakkan Perwali 33, namun diskotek milik Wiro, yang pernah tersandung kasus narkoba ini ditengarai punya backing aparat yang kuat.

Di Jl Sumatera ada Buro Bars & Garden, setiap hari menyajikan hiburan live musik untuk menjamu tamu yang menikmati minum keras golongan A,B dan C.

“Kami buka mulai pukul 15.00 WIB dan tutup sekitar pukul 22.00 WIB. Untuk live music ada setiap hari kok,” jelas salah satu karyawan Buro Bars yang sengaja tidak disebutkan identitasnya, Sabtu (19/9/2020).

Harga miras di Buro Bars bervariasi mulai dimulai Rp 25 ribu hingga paling mahal Rp 10 juta.

Saat disinggung terkait razia Satpol PP Surabaya yang diback up Porestabes Surabaya, karyawan Buro Bars ini mengaku sudah pernah didatangi. “Sudah pernah didatangi dan dicek protokol kesehatan di sini,” jelasnya.

Live musik di Micology Bar dan Sobiety Bar

Tak jauh dari Buro Bars, ada Sobriety Cafe & Bar Jl Raya Gubeng 29 yang juga tetap beroperasional apalagi saat akhir pekan seperti malam nanti. Kemudian, Secondhan Bar di Jl Majapahit pun juga sama.

Gozadera Bar di Jl Sriwijaya 22, bahkan sempat menggelar event live musik mendatangkan bintang tamu 2 hari lalu. Tak ada petugas yang datang menegakkan Perwali 33 di tempat hiburan yang menjual berbagi miras impor saat itu.

Di Jl Embong Malang 78, ada Tribes Bar n Lounge. Tempat hiburan yang punya restoran ini diduga juga menjual miras impor berbagai merek. Saat akhir pekan di tengah pandemi Covid-19, bar ini sering buka hingga dini hari dengan pengamanan khusus.

Di Kompleks Hotel Garden Palace Jl Yos Sudarso 11, ada Cats Pajamas Club n Bar yang bahkan hampir tiap hari buka hingga pukul 02.00. Tempat hiburan malam yang lokasinya persis di depan Gedung DPRD Surabaya ini nyaris tak terjamah razia petugas gabungan.

Sementara itu, Mixology Bar yang berlokasi di kawasan elit Surabaya bagian Barat Jl Niaga Gapura (Gwalk) Surabaya, juga sering mengadakan live musik.

Di kawasan GWalk ini ada sedikitnya lima bar yang tetap beroperasi dan mirisnya tidak pernah tersentuh razia petugas gabungan.

Perlu diketahui, pasal 20 Perwali 33 tahun 2020, melarang semua jenis tempat hiburan beroperasional. Sejumlah pengusaha hiburan malam yang di tempatnya punya ijin restoran sengaja memanfaatkan kelonggaran buka hingga pukul 22.00 WIB.

Kasatpol PP Surabaya Eddy Christijanto dan Wakil Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya, Irvan Widyanto, dalam bincang khusus dengan Lensa Indonesia di Gedung Bakesbang Linmas, menegaskan pihaknya akan terus menggelar razia di tempat hiburan yang mokong.

“Yang boleh buka cuma restoran, itupun tanpa live musik. Tempat-tempat yang sengaja melanggar Perwali 33 pasti kami datangi. Kami gandeng juga Disparta agar bila menemukan pelanggaran fatal, segera diterbitkan Bantib (Bantuan Penertiban). Bila Bantib muncul, maka kami langsung lakukan penyegelan di tempat itu,” jelas Eddy Christijanto yang diamini Irvan Widyanto. @wendy/andiono