LENSAINDONESIA.COM: Satpol PP Surabaya kini menggandeng Disparta, gencar melakukan razia ke sejumlah tempat hiburan yang nekat beroperasi saat pandemi Covid-19. Petugas penegak perda ini ingin menegakkan aturan pasal 20 Perwali 33 yang melarang semua tempat hiburan beroperasional, kecuali yang punya ijin restoran.

Sejumlah tempat hiburan yang mokong dan menjadikan restoran sebagai alasan untuk bisa beroperasional, salah satunya adalah Hollywings 2 Jl Basuki Rachmat.

Pantauan Lensa Indonesia selama beberapa hari di tempat hiburan itu, sebagian besar pengunjung dan pegawai mengabaikan protokol kesehatan sebagaimana dianjurkan Forkompimda Jatim demi memutus pandemi Covid-19. Agar tak mencolok, lampu depan dimatikan.

Satpol PP yang melakukan pendataan di tempat itu pada Kamis (17/9/3020) sekitar pukul 22.00 WIB, nampak hanya melakukan pendataan.

Kasatpol PP kota Surabaya, Eddy Chrisjanto saat dikonfirmasi melalui ponselnya, Sabtu (19/9/2020) mengaku belum monitor adanya Hollywings 2 di Jl Basuki Rahmat, tepat belakang KFC.

“Saya malah belum mendapat laporan kalau di Jl Basuki Rahmat ada Hollywing juga, setahu saya di kawasan Surabaya Timur dan barat saja,” ungkapnya.

“Malam ini kami akan melakukan razia bersama Dinas Pariwisata. Kami sudah kumpulkan data-data termasuk link berita yang masuk. Yang punya jadwal dan titik TO-nya Dinas Pariwisata. Kami akan berikan masukan kepada Disparta terkait Hollywings ini, termasuk sejumlah tempat hiburan malam lain,” tegasnya.

Selain Hollywings 2, ada juga Tribes Bar n Lounge yang beroperasi hingga dini hari, pada Jumat dan Sabtu Malam.

Tribes Bar n Lounge di Jl Embong Malang 78 itu memang punya restoran di lantai 4. Namun beberapa waktu lalu, salah satu manajer, Pras, sempat mendatangi Polrestabes Surabaya untuk berkoordinasi terkait disediakannya miras impor untuk menemani tamu saat menikmati live musik.

Ada juga Cats Pajamas di kompleks Hotel Garden Palace, Jl Yos Sudarso. Diskotek yang tepat berada di depan Gedung DPRD Surabaya itu malah nyaris tak pernah tersentuh razia walaupun setiap hari buka hingga pukul 02.00 WIB.

Kasatpol Eddy Christijanto mengaku akan menindaklanjuti informasi tersebut. “Yang punya data perijinan tempat hiburan adalah Disparta. Jadi ada sejumlah tempat hiburan memanfaatkan ijin resto untuk menjual miras dengan suguhan live musik. Ini yang dilarang dalam Perwali 33 tahun 2020. Pasti akan tertibkan nantinya,” pungkasnya. @rofik