LENSAINDONESIA.COM: Polrestabes Surabaya dan Polda Jatim sangat tegas melakukan penindakan saat memback up Satpol PP Kota dan Pemprov, menggelar razia ke sejumlah tempat hiburan, Sabtu (19/9/2020) malam hingga Minggu (20/9/2020) dini hari.

Ratusan pengunjung dan karyawan hiburan malam yang tetap beroperasi saat pandemi Covid-19, diamankan. Bahkan muda-mudi yang cangkruk hingga lewat pukul 22.00 WIB, langsung dirapid tes.

Beroperasional setiap hari hingga dini hari, Cats Pajamas Club n Lounge di Kompleks Hotel Garden Palace Jl Yos Sudarso 11, dirazia petugas gabungan Polda dan Satpol PP Pemprov Jatim, yang menegakkan Perwali 33 tahun 2020, semalam.

Ketika menggerebek tempat itu, petugas sempat geram dengan ulah karyawan yang sengaja mengunci pengunjung di dalam dari luar untuk mengesankan tempat itu tak beroperasional.

“Jangan bikin saya marah, tolong buka pintunya, kuncinya siapa yang pegang,” hardik salah satu petugas.

Setelah berhasil masuk ke dalam lokasi melalui pintu belakang, petugas mendapati puluhan pengunjung wanita berpakaian seksi. Kemudian, manajemen diberi teguran keras dan diancan dicabut ijin operasionalnya jika masih bandel.

Wakapolrestabes Surabaya AKBP Hartoyo ikut turun langsung memimpin operasi besar-besaran ke sejumlah tempat hiburan semalam

Polrestabes Surabaya tak kalah garang saat memback up Satpol PP Surabaya gabungan dan Dinas Pariwisata. Sejumlah diskotek, bar dan restoran didatangi lalu dihentikan operasionalnya.

Masing-masing Sobriety Bar di Jl Raya Gubeng 29, Buro Bar di Jl Sumatera 40, Diskotek Escobar di Jl Ngaglik 17 dan Mystic di komplek Kaza Mall Jl Kapas Krampung 45.

Minggu (20/9/2020) sekitar pukul 01.00 WIB, Sat Reskrim Polrestabes bersama Satpol PP dan TNI mendatangi Braserry Bar di Jl Raya Gubeng, yang kedapatan buka hingga dini hari.

Sebanyak 82 pengunjung dan 27 karyawan langsung diamankan ke Mapolrestabes Surabaya untuk dilakukan rapid tes dan tes urine

Kasat Reskrim Polrestabes AKBP Sudamiran menjelaskan total ada 109 orang yang diamankan dengan 4 truk polisi. “Hasil rapid tes semuanya non reaktif. Untuk pengunjung ada 2 yang positif penyalahgunaan narkoba setelah dites urine,” paparnya kepada Lensa Indonesia, Minggu (20/9/2020) sore.

AKBP Sudamiran juga mewanti-wanti warga Surabaya untuk tak lagi datang ke tempat hiburan, karena pihaknya pasti akan melakukan penindakan. “Ketahuan langgar aturan kami datangi lalu dites urine dan rapid tes. Untuk pengusaha hiburan malam yang mokong, akan kami tertibkan bersama Satpol PP, bila perlu kami kirim surat rekom ke Dinas Pariwisata untuk dicabut ijinnya,” tegasnya.

Tempat cangkrukan muda mudi di Taman Apsari Jl Pemuda, juga tak luput dari razia petugas yang menegakkan Inpres nomor 6 tahun 2020 dan Perwali 33 tahun 2020.

Wakapolrestabes Surabaya AKBP Hartoyo bahkan turun langsung mendampingi Kasatpol PP Eddy Christijanto memimpin rapid tes massal untuk menegakkan protokol kesehatan. “Kami akan terus gencar menggelar razia serupa dan rapid tes massal. Di tempat hiburan yang mokong tetap operasional, disertai tes urine juga,” tegas AKBP Hartoyo.

Di Taman Apsari, sebanyak 630 orang dilakukan rapid tes on the spot (langsung di lokasi). Dari jumlah itu didapati 19 orang hasil rapid tesnya reaktif.

“19 orang hasilnya reaktif kemudian langsung dilakukan swab. Kalau nanti hasil swabnya negatif, bisa langsung pulang. Kalau hasil swabnya positif dilakukan isolasi di asrama haji,” pungkas Eddy. @wendy