LENSAINDONESIA.COM: Anggota DPRD Jawa Timur Amar Saifudin menyambangi Dapil XIII (Lamongan-Gresik) dalam rangka masa Reses II Tahun 2020.

Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini mendengar banyak keluhan dari masyarakat di Dapilnya. Mulai dari harga jual tembakau yang anjlok sehingga menyebabkan petani merugi. Kemudian soal kelangkaan pupuk dan masih banyaknya jalan-jalan rusak di Lamongan.

Amar yang juga Wakil Ketua Komisi B DPRD Jatim ini menyatakan siap memperjuangkan kesejahteraan petani yang ada di Lamongan. Salah satu upayanya, yakni telah berkoordinasi dan mendorong Pemprov Jatim untuk tidak abai kepada nasib para petani tembakau.

“Sasaran kita bagaimana kesejahteraan petani lebih baik pasca panen. Hari ini masyarakat di Lamongan Selatan utamanya, merasa kurang beruntung karena harga tembakau yang seharusnya diatas Rp 25 ribu per kilogram, sekarang hanya dihargai Rp 18 ribu per kilogram. Ini jelas berimbas terhadap kesejahteraan para petani, dimana Lamongan ini kan salah satu daerah penghasil tembakau di Jawa Timur,” ungkapnya dihadapan puluhan warga di Dusun Resik, Desa Kedungwangi, Kecamatan Sambeng, Kabupaten Lamongan, Kamis (17/09/2020).

Ia berharap agar Pemprov dalam hal ini Dinas Perkebunan Jatim mendorong pabrik-pabrik rokok segera membeli tembakau petani saat panen, tanpa menunda-nunda. Ini penting agar harga tembakau tetap stabil sehingga petani tak merugi.

“Kalau petani saat panen tembakau, ya tolonglah langsung dibeli jangan ditahan-tahan. Kasihan petani kita ini,” tegas mantan Wakil Bupati Lamongan ini.

Hal selanjutnya yang dikeluhkan warganya, yaitu terus terjadinya kelangkaan stok pupuk bersubsidi. Sehingga para petani tak bisa leluasa mengaksesnya.

Hal yang sama juga dikatakan, bahwa Komisi B DPRD Jatim telah menyampaikan ke Pemprov Jatim agar hal tersebut tak berlarut-larut. Namun, kewenangan soal pupuk bersubsidi sepenuhnya kewenanagan pemerintah pusat.

Kemudian, terakhir soal kondisi insfrastruktur jalan yang rusak parah di sejumlah tempat di Lamongan. Amar mengaku akan memberikan perhatian serius terkait hal itu, khususnya jalan-jalan di pedesaan yang letaknya di perbatasan.

“Kalau di sekitar Lamongan kota dan sekitarnya jalannya masih lumayan, tapi kalau sudah masuk ke desa-desa yang perbatasan dengan Kabupaten Bojonegoro dan Kabupaten Jombang, jalannya cukup memprihatinkan, rusak parah. Kami akan sampaikan ke Pemprov, agar bisa dibantu melalui program bantuan keuangan desa,” tutup Amar Saifudin.@sarifa