LENSAINDONESIA.COM: Anggota DPRD Jawa Timur Makin Abbas menggelar reses, turun ke daerah pemilihan (Dapil) XIII (Lamongan-Gresik). Ia mengumpulkan sekitar 50 orang konstituennya dengan tetap menjaga protokol kesehatan COVID-19.

Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini mewanti-wanti masyarakat di Kecamatan Mantup, Kabupaten Lamongan agar terus mengikuti anjuran pemerintah melawan pandemi COVID-19 dengan memakai masker, mejaga jarak dan rajin cuci tangan.

Makin menegaskan pemakaian masker sehari-hari adalah wajib dan telah dituangkan dalam peraturan yang resmi.

Di antaranya Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 35 Tahun 2020 tentang Penerapan Protokol Kesehatan dan Peraturan Daerah Provinsi Jawa Timur Nomor 2 Tahun 2020 tentang Perubahan atas Peraturan Daerah Provinsi Jawa Timur Nomor 1 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ketenteraman, Ketertiban Umum dan Perlindungan Masyarakat.

“Sekarang ini sudah diresmikan peraturan gubernur yang mengharuskan semua masyarakat di Jawa Timur, termasuk di Lamongan ini wajib menggunakan masker. Jadi bapak-bapak, ibu-ibu semua harus pakai masker, kalau tidak pakai akan dikenakan denda sampai Rp 250.000. Jadi tolong ayo kita semua pakai masker,” kata Makin Abbas di Kantor DPAC PKB Mantup, Lamongan, Rabu (16/09/2019).

Untuk denda administratif yang diberlakukan jika pelanggar perorangan tidak mengenakan masker akan didenda hingga Rp 250.000. Untuk denda administratif bagi perusahaan akan dikenakan denda hingga Rp 50 juta atau penjara maksimal 3 bulan.

Hal lainnya, Makin juga menjanjikan sejumlah pembangunan dan perbaikan fasilitas umum mulai dari masjid juga sekolah. Hal tersebut sudah disurvei dan saat ini sedang dalam proses kelengkapan sejumlah syarat yang telah ditetapkan dalam pemberian bantuan.

Ia mengatakan semua pembangunan yang akan diberikan bantuan harus dipastikan bahwa status bangunannya adalah tanah wakaf, bukan milik perseorangan.

“Pokoknya untuk bangunan harus tanah wakaf, baru bisa dibantu. Program-program yang kami usulkan di Mantup sudah disurvei, persyaratannya harus lengkap. Jadi mohon bersabar,” pinta anggota Komisi D DPRD Jatim ini.

Sedangkan soal pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di sekitar Kecamatan Mantup dalam waktu dekat juga akan segera dipasang. Pihaknya mengaku telah memastikan hal tersebut kepada Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air Provinsi Jatim.

“SPAM untuk pipanisasi Insya Allah akan dipasang dalam waktu dekat ini, dijanjikan selesai semua tahun 2021 khusus di Mantup,” tandas pemilik Ponpes Ulil Albab di Tikung, Lamongan itu.@sarifa