LENSAINDONESIA.COM: Pemerintah Tiongkok mengentikan sementara waktu pengiriman produk perikanan dari Indonesia. Hal ini setelah ditemukan produk perikanan asal Indonesia yang kedapatan terpapar patogen COVID-19.

Saat ini, Kementerian Perdagangan (Kemendag) telah meminta klasifikasi Pemerintah Tiongkok ihwal temuan tersebut.

Direktur Pengamanan Perdagangan Kemendag Pradnyawati memaparkan bahwa Atase Perdagangan di Beijing dan Kedutaan Besar RI di Tiongkok telah melakukan pertemuan secara virtual dengan otoritas Tiongkok.

Pihak Tiongkok menyampaikan penerapan antisipasi penularan wabah dilakukan dengan screening terhadap semua barang yang masuk ke negaranya.

“Sementara waktu Pemerintah Tiongkok akan menangguhkan impor produk perikanan tersebut selama satu minggu sejak 18 September 2020,” kata Pradnyawati seperti dikutip Medcom.id, Senin (21/09/2020).

Adapun pasokan produk laut ke Tiongkok yang terpaksa ditunda karena terindikasi membawa patogen COVID-19 hanya dari satu perusahaan yakni PT Putri Indah. Saat ini, Badan Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah melakukan investigasi ihwal mengapa bisa tercemarnya produk perikanan ekspor tersebut.

“Otoritas Tiongkok mengharapkan pemerintah dalam hal ini Kementerian Kelautan dan Perikanan dapat melakukan investigasi untuk mengetahui penyebab masalah serta mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk memastikan produk perikanan yang diekspor ke Tiongkok sejalan dengan protokol pencegahan penyebaran COVID-19 yang telah disepakati kedua negara,” paparnya.

Menurut Pradnyawati, penundaan sementara penerimaan produk dari PT Putri Indah tidak akan menghentikan seluruh kegiatan ekspor yang selama ini telah dilakukan. Pemerintah Tiongkok hanya ingin memastikan produk yang diterimanya dalam kondisi sehat dan menyehatkan dikonsumsi.

“Setelah masa satu minggu berlalu perusahaan tersebut secara otomatis dapat kembali melakukan deklarasi impor,” ungkap Pradnyawati.@LI-13/mc