LENSAINDONESIA.COM: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melantik Wali Kota Pasuruan Raharto Teno Prasetyo di sisa masa jabatan 2016-2021.

Teno menggantikan Wali Kota sebelumnya Setiyono yang terjerat kasus hukum di KPK.

Khofifah meminta Teno tetap melanjutkan seluruh program strategis untuk pengembangan Kota Pasuruan.

“Selamat bertugas dan program-program di sisa masa jabatan ini harus dimaksimalkan,” ujar Khofifah di sela acara Pengambilan Sumpah Jabatan dan Pelantikan Wali Kota Pasuruan di Gedung Negara Grahadi di Surabaya, Senin, (21/09/2020).

Pelantikan ini berdasarkan Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 131.35-749 Tahun 2020 tentang Pengesahan Penghentian Wali Kota Pasuruan Provinsi Jawa Timur.

Mendagri mengesahkan penghentian dengan tidak hormat Setiyono dari jabatannya sebagai orang nomor satu di Pemkot Pasuruan setelah terbukti bersalah melakukan tindak pidana kasus suap yang ditangani KPK.

Peristiwa penangkapan Setiyono terjadi pada 4 Oktober 2018, yang empat hari kemudian dilakukan pengangkatan Wakil Wali Kota Pasuruan Raharto Teno Prasetyo sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota.

Berdasarkan data dari Pemprov Jatim, Raharto Teno yang juga tercatat sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Pasuruan tersebut akan mengakhiri masa jabatan pada 17 Februari 2021.

Khofifah berpesan kepada Teno agar tetap melanjutkan seluruh program strategis untuk pengembangan Kota Pasuruan.

“Di waktu singkat ini, cek rencana kerja pembangunan daerah (RKPD) dan pastikan seiring dengan provinsi serta pusat,” katanya.

Selain itu, Khofifah juga meminta wali kota selalu berkoordinasi dan berkomunikasi dengan Forkopimda setempat untuk bersama-sama sosialisasi serta mencegah penularan COVID-19.

Hal lain juga dikatakan, sedianya Teno akan menjalankan jabatan selama kurang lebih 5 bulan, sampai dengan Februari 2020. Namun, dia langsung mengajukan cuti di luar tanggungan negara.

“Tanggal 26 besok itu kan sudah mulai cuti, beliau juga sudah mengajukan surat cuti diluar tanggungan negara, dan saya juga sudah menandatangani surat cuti di luar tanggungan negara,” tambah Khofifah.

Teno mengajukan cuti karena menjadi salah satu peserta pada Pilkada 2020, atau Pilwali Pasuruan Tahun 2020. Dan prosesnya berlangsung sampai hari H pencoblosan. Hingga kemudian, kembali mengemban amanat sebagai Wali akota Pasuruan kembali sampai 17 Februari 2021 mendatang.

“Karena beliau juga mengikuti kontestasi pilwali 9 Desember yang akan datang. Jadi beliau akan cuti selama 71 hari sampai dengan tanggal 5 Desember,” imbuh Khofifah.

Sementara, Wali Kota Pasuruan Raharto Teno menyatakan komitmennya tetap mempertahankan program kerja dan membuat masyarakatnya lebih sejahtera.

“Dalam bertugas juga harus lebih tegas, termasuk mengambil keputusan dengan sisa waktu yang sebentar ini,” ungkap Teno.

Tentang protokol kesehatan, wali kota muda yang akrab disapa Mas Teno itu mengatakan akan selalu menerapkan protokol kesehatan sekaligus menyelesaikan Perubahan APBD 2020 dan menyiapkan APBD 2021.@sarifa