LENSAINDONESIA.COM: Berdasar data Polda Jatim saat menggelar Operasi Yustisi Protokol Kesehatan Covid-19, sejak 14-21 September 2020 di Jawa timur, Kabupaten Malang juara sebagai wilayah terbanyak pelanggaran se-Jatim.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko menyebut, pelanggaran di Kabupaten Malang banyak terjadi lantaran banyak agenda kegiatan di wilayah tersebut.

“Paling banyak itu Kabupaten Malang. Secara global di sana paling banyak kegiatan sehingga banyak terjadi pelanggaran Protokol Kesehatan,” kata Truno di Mapolda Jatim Jl Ahmad Yani Surabaya, Selasa (22/9/2020).

Kendati begitu, Surabaya Raya yang meliputi Surabaya, Gresik dan Sidoarjo ini juga menjadi perhatian khusus karena jadi penyumbang pasien terkonfirmasi positif sebesar 30% di Jawa Timur

“Surabaya, Gresik, Sidoarjo jadi prioritas untuk kita lakukan secara mobile dan stationer,” imbuhnya.

Kombes Truno memaparkan rakapitulasi data sejak pertama dan digelarnya Operasi Yustisi. Tercatat ada 7.573 titik kegiatan operasi yang digelar TNI, Polri bersama Pemerintah Daerah.

“Total teguran ada 89.505. Yakni 62.744 teguran lisan, dan yang tertulis ada 26.762. Kemudian untuk sanksi kerja sosial variatif dengan para pemerintah daerah yang menerapkan ada 23.326 kali,” terangnya.

Sementara itu, untuk masyarakat yang dilakukan penyitaan KTP terdapat 3.461 identitas. Sanksi denda administratif sebanyak 6.920 dengan nominal saknsi denda mencapai angka Rp 379,373,000.

“Sedangkan untuk masyarakat yang kita sita KTP ada 3.461. Untuk penghentian tempat usaha di beberapa daerah baik Surabaya, Gresik, Sidoarjo ada 22 tempat usaha. Tapi tanpa menanggalkan dan mengabaikan edukasi yang preventif. Denda mencapai Rp 379,373,000,” katanya.

Di kesempatan ini, Kombes Truno juga mengatakan jika pihaknya dengan jajaran lainnya senantiasa melakukan sosialisasi dan edukasi.

“Kami terus melakukan sosialisasi terkait protokol kesehatan. Yang kedua preventif bagaimana kehadiran TNI, Polri dan Pemda di tengah masyarakat untuk mencegah masyarakat jangan lalai kepada protokol kesehatan,” pungkasnya. @wendy